Kader perempuan tidak cukup hanya memiliki ketangguhan fisik, tetapi juga harus kuat secara mental, spiritual, sosial, serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat membuka kegiatan Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) L1 yang digelar DPW PKS Jawa Timur di kawasan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Ahad (9/8/2026).
Menurut Bagus, LATANSA bukan sekadar kegiatan pembinaan fisik, tetapi menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk perempuan yang siap menjadi penggerak, pendidik, pelayan masyarakat, sekaligus penjaga ketahanan keluarga.
“Perempuan PKS bukan hanya cukup menjadi peserta kegiatan. Kita harus menjadi penggerak, pendidik, pelayan masyarakat, pemimpin, sekaligus menjaga nilai-nilai keluarga,” kata Bagus.
Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks. Mulai dari disrupsi digital, krisis ketahanan keluarga, degradasi moral, tekanan ekonomi, hingga dinamika politik membutuhkan kader perempuan yang tangguh dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat.
Bagus mengajak peserta LATANSA untuk memiliki tiga karakter utama, yakni siaga, berani, dan setia.
Siaga berarti selalu siap ketika dibutuhkan, siap ditugaskan, belajar, berkorban, dan melayani. Sementara keberanian diwujudkan dengan kesediaan mengambil tanggung jawab, menghadapi tantangan, menyampaikan kebenaran dengan hikmah, serta berani keluar dari zona nyaman.
“Yang ketiga adalah setia. Setia itu artinya istiqomah. Hari ini kita hadir di sini merupakan salah satu bukti kesetiaan kita untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Bagus juga mengingatkan bahwa perjalanan perjuangan tidak selalu mudah. Karena itu, alam Coban Rondo sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan agar peserta dapat belajar langsung dari alam.
Air terjun, menurutnya, mengajarkan konsistensi. Sementara pepohonan mengajarkan keteguhan dalam menghadapi berbagai kondisi.
“Apapun situasinya, seberat apapun, kita harus siap menanggungnya. Memang jalan yang kita tempuh tidak selalu mudah, tetapi selama kita istiqomah, insya Allah akan menunjukkan jalan,” tuturnya.
Lebih jauh, Bagus menekankan posisi perempuan sebagai pilar penting dalam membangun generasi dan memperkuat keluarga. Ia menyebut perjuangan politik maupun dakwah tidak akan berjalan optimal tanpa ditopang keluarga yang kuat.
“Kemenangan diawali dari rumah. Kemenangan masyarakat diawali dari keluarga. Dan kemenangan PKS dimulai dari kader-kader yang berkualitas,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta LATANSA untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum meningkatkan kualitas diri dan memperkuat kontribusi di lingkungan masing-masing.
“Setelah pulang, saya berharap saudari-saudari bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa semangat baru, disiplin baru, keberanian baru, militansi baru, dan kesiapan baru untuk menjadi penggerak di daerah masing-masing,” katanya.
Bagus berharap LATANSA L1 dapat melahirkan kader-kader perempuan PKS Jawa Timur yang semakin kokoh, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menyongsong target besar PKS Jawa Timur dengan meningkatkan kualitas kader, memperkuat soliditas struktur, memperluas pelayanan kepada masyarakat, serta menghadirkan solusi bagi umat.
“Perempuan adalah pilar peradaban. Mari kita jadikan LATANSA ini sebagai titik awal lahirnya perempuan-perempuan PKS yang semakin kokoh, profesional, dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.{}









