Suasana dini hari di kaki Gunung Semeru, Lumajang, menjadi medan latihan ketangguhan peserta Kemah Bela Negara (Kembara) M2 Zona 2 dan 3 DPW PKS Jawa Timur, 9-11 Oktober 2026. Para peserta menjalani long march untuk menguji ketahanan fisik, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan.
Peserta tidak diberi tahu secara pasti waktu keberangkatan. Begitu sirene berbunyi, mereka harus segera bangun, menyiapkan perlengkapan, dan berkumpul di lapangan dalam waktu sekitar 10 menit sebelum memulai perjalanan.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Timur, Kukuh Nurma Nugroho, menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebagai karakter kader.
Menurutnya, kader harus mampu merespons situasi dengan cepat dan tetap disiplin ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga.
“Yang kita latih bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola diri. Kader harus siap ketika dibutuhkan,” ujar Kukuh.
Kukuh menjelaskan, peserta diminta memperkirakan sendiri perlengkapan yang dibutuhkan agar terbiasa mandiri dan bertanggung jawab.
Melalui latihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki ketahanan fisik, tetapi juga mampu menjaga kekompakan, mengatur tenaga, serta saling memperhatikan selama perjalanan.
Kembara M2 menjadi bagian dari pembinaan kader yang memadukan latihan fisik, mental, spiritual, dan kebersamaan. Ia berharap, pengalaman di kaki Semeru diharapkan memperkuat kesiapan peserta untuk mengabdi dan hadir membantu masyarakat ketika dibutuhkan.{}









