Ketua Bidang Kepemimpinan Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai (BPPKP) DPW PKS Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa pembentukan Korps Trainer Akademi Pemimpin Indonesia (API) bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari sistem besar kaderisasi untuk melahirkan pemimpin masa depan.
Hal itu disampaikan Puguh dalam kegiatan launching Korps Trainer API yang digelar pada Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, kebutuhan akan pemimpin yang berkapasitas tidak bisa dipenuhi tanpa adanya sistem pelatihan yang kuat dan berkelanjutan.
“Korps trainer ini bukan sekadar program. Ini adalah sistem yang kita bangun untuk melahirkan kader-kader PKS Jawa Timur yang memiliki kapasitas sebagai pemimpin,” ujar pria yang juga legislator di DPRD Jatim ini.
Puguh menjelaskan, keberadaan trainer menjadi elemen fundamental dalam proses kaderisasi. Trainer tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai penggerak dalam membentuk karakter, kapasitas, dan kesiapan kader untuk memimpin.
“Kita butuh ekosistem trainer yang kuat. Karena dari sinilah proses pembinaan berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pembentukan Korps Trainer API merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Wilayah yang menekankan pentingnya penguatan sistem kepemimpinan di internal partai. Hal ini juga diperkuat dengan hasil asesmen terhadap ratusan pengurus PKS di Jawa Timur.
“Dari asesmen yang kami lakukan, kita menemukan bahwa kekuatan kita ada di kepercayaan dan komunikasi. Tapi di sisi lain, kita masih punya PR di aspek akuntabilitas, manajemen organisasi, dan kaderisasi kepemimpinan,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kecenderungan organisasi yang masih berjalan seperti komunitas, belum sepenuhnya berbasis sistem modern yang menekankan perencanaan, evaluasi, dan orientasi hasil.
“Ke depan, kita ingin membangun organisasi yang berbasis sistem. Setiap program harus terukur, ada indikator kinerja, ada evaluasi, dan ada hasil yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Puguh.
Melalui Akademi Pemimpin Indonesia, lanjutnya, PKS Jawa Timur akan fokus membina tiga kelompok utama, yakni pengurus partai, pejabat publik, dan calon pejabat publik. Ketiganya akan dibekali dengan kurikulum kepemimpinan yang dirancang secara komprehensif.
“Target kita jelas, melahirkan pemimpin yang bersih, peduli, profesional, dan memiliki jiwa kenegarawanan,” ujarnya.
Selain itu, Puguh juga menekankan pentingnya membangun budaya akuntabilitas dan disiplin organisasi, termasuk dalam pelaporan dan evaluasi program yang selama ini masih menjadi tantangan.
“Evaluasi dan akuntabilitas ini harus menjadi budaya. Dengan korps trainer ini, kita ingin memastikan setiap proses berjalan dengan standar yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan diluncurkannya Korps Trainer API, Puguh optimistis PKS Jawa Timur akan memiliki sistem kaderisasi yang lebih solid dan mampu menjawab kebutuhan kepemimpinan di masa depan.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Kita sedang menyiapkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya siap secara kapasitas, tetapi juga matang secara karakter dan visi,” pungkasnya.{}









