DPW PKS Jawa Timur terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pendampingan berkelanjutan. Pada Sabtu (18/4/2026), kegiatan memasuki pertemuan ketiga dengan mengangkat tema “7 Jurus Banjir Order” yang difokuskan pada strategi pemasaran.
Kepala Sekolah Pendampingan UMKM PKS Jatim, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa aspek marketing menjadi tantangan utama yang dihadapi sebagian besar pelaku UMKM.
“Problem terbesar UMKM itu biasanya di marketing. Untuk menembus omzet besar masih berat. Karena itu, beberapa sesi dalam pendampingan ini memang kita fokuskan pada strategi pemasaran,” ujar Sugeng dalam sambutannya.
Kegiatan yang digelar secara hybrid, menggabungkan peserta offline dan online, ini menghadirkan dua narasumber, yakni Coach Amelia Dwi Marthasari dan Coach Suef. Keduanya memberikan materi praktis tentang bagaimana menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan secara berkelanjutan.
Sugeng menjelaskan, tema “7 Jurus Banjir Order” dipilih untuk memberikan solusi aplikatif agar pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu langsung menerapkannya dalam bisnis.
“Kita ingin bisnis para peserta tidak hanya berjalan, tetapi berkembang. Kuncinya adalah bagaimana usaha bisa didatangi customer dan mampu mempertahankan mereka,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program pendampingan ini terbuka tidak hanya bagi kader PKS, tetapi juga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya.
“Pendampingan ini kami dedikasikan untuk kader, simpatisan, maupun masyarakat luas. Semua berhak mengakses pelatihan ini dan mengambil manfaatnya,” tambahnya.
Momentum pertemuan ini juga menjadi ajang menghidupkan kembali semangat pelaku UMKM pasca libur Idulfitri. Sugeng berharap para peserta dapat kembali fokus mengembangkan usaha setelah mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan.
“Setelah lebaran, semoga semangat peserta kembali terjaga. Banyak UMKM yang kemarin mengalami peningkatan omzet, ini harus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Sugeng mengaitkan kegiatan ini dengan komitmen PKS dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sejalan dengan tema Milad ke-24 PKS tahun ini.
“PKS mengusung tema penguatan ketahanan Indonesia, salah satunya ketahanan ekonomi. Program pendampingan UMKM ini adalah bagian nyata dari upaya tersebut,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui pendampingan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha, UMKM di Jawa Timur mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan materi hari ini bisa langsung dipraktikkan, sehingga usaha bapak ibu semakin berkembang, omzet meningkat, dan tentu semakin berkah,” pungkas Sugeng.{}









