Pengurus DPW PKS Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur pada Rabu (14/5/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana bersama jajaran pengurus inti DPW PKS Jatim dan diterima Ketua Umum MUI Jatim, Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar beserta jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Bagus menegaskan bahwa silaturahim tersebut menjadi bagian dari upaya PKS membangun ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan dengan para ulama di Jawa Timur.
Ia menyebut, PKS membutuhkan bimbingan, nasihat, dan dukungan para kiai agar perjuangan politik yang dijalankan tetap berada pada jalur yang benar.

“Kami berharap para kiai di MUI Jawa Timur bisa menjadi bapak kami yang selalu memberi nasihat kepada PKS, agar kami tetap on the track dalam menjalankan amanah perjuangan,” ujar Bagus.
Menurutnya, keberadaan ulama memiliki posisi penting sebagai penuntun moral dan penjaga arah perjuangan umat, termasuk bagi partai politik berbasis dakwah seperti PKS.
“Kami datang ke sini memang untuk sowan dan meminta doa serta masukan dari para ulama. Karena kami sadar, perjuangan politik tanpa nasihat para kiai bisa kehilangan arah,” katanya.
Bagus juga mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari jajaran MUI Jatim yang menurutnya menunjukkan semangat kebersamaan dan ukhuwah antar elemen umat Islam di Jawa Timur.
“Kami tidak mengira disambut begitu istimewa dengan tim yang sangat lengkap. Mudah-mudahan ini menjadi awal komunikasi dan kolaborasi yang semakin baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus turut memperkenalkan jajaran pengurus DPW PKS Jatim dan menjelaskan kondisi PKS di Jawa Timur yang saat ini memiliki lima anggota DPR RI serta lima anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Ia berharap komunikasi yang baik antara PKS dan MUI Jatim dapat menjadi salah satu ikhtiar menjaga suasana Jawa Timur tetap kondusif di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jatim, KH Abdul Halim Soebahar menyambut baik kunjungan pengurus PKS Jatim dan menegaskan bahwa MUI memang dibangun sebagai wadah kebersamaan ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim.
“MUI tidak bisa berjalan sendiri. Semangat dasarnya adalah kebersamaan untuk menciptakan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar hubungan baik antara MUI dan PKS tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi diwujudkan dalam kerja sama nyata untuk kepentingan masyarakat.
“Silaturahim seperti ini penting untuk memperkuat ukhuwah dan menghadirkan kemaslahatan bersama,” pungkasnya.
Dalam kunjungannya, Bagus didampingi Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhamad Syadid, Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai, Ahmad Junaidi serta dari Bidang Pembinaan Ummat Darmidi dan Imam Budi Santoso.{}









