Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur menggelar Mukhoyam Qur’an Wilayah selama tiga hari di Tretes, Pasuruan, mulai Jumat hingga Ahad, 15–17 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti 350 peserta dari perwakilan DPD PKS di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Mukhoyyam Qur’an menjadi bagian dari upaya penguatan fondasi kaderisasi melalui peningkatan kedekatan kader dengan Al-Qur’an, mulai dari memperbanyak tilawah, menambah hafalan, tadabbur, hingga penguatan nilai-nilai perjuangan Islam.
Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk menghidupkan kembali semangat kader agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus ruh perjuangan.

“Melalui Mukhoyam Qur’an ini, kita ingin kader semakin dekat dengan Al-Qur’an. Tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menghafalkan, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, Bagus juga mengenang masa-masa awal bergabung dengan Partai Keadilan (sebelum Partai Keadilan Sejahtera). Ia menyebut salah satu materi pembinaan dasar yang sangat membekas baginya adalah tentang “Ma’rifatul Qur’an” atau pengenalan terhadap Al-Qur’an.
“Dulu ketika awal bergabung, salah satu materi penting yang menjadi pondasi adalah Ma’rifatul Qur’an. Dari situlah kita belajar bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang tidak pernah salah,” katanya.
Menurut Bagus, keyakinan terhadap Al-Qur’an harus menjadi dasar utama dalam membangun karakter dan arah perjuangan kader PKS.

Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 2 yang menyebut Al-Qur’an sebagai kitab yang tidak memiliki keraguan sedikit pun.
“Al-Qur’an itu laa raiba fiih, tidak pernah sekalipun salah. Maka kita harus bangga dan yakin menjadikannya sebagai pedoman hidup,” tuturnya.
Selain itu, Bagus juga mengajak peserta menumbuhkan rasa cinta kepada Al-Qur’an. Menurutnya, kecintaan kepada Allah harus tercermin dari kedekatan seseorang dengan ayat-ayat-Nya.
“Kalau kita mencintai Allah, maka surat cinta-Nya juga harus kita baca dan pahami. Ada 114 surat yang Allah turunkan sebagai panduan kehidupan manusia,” ujarnya.
Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Bagus beberapa kali menyisipkan pantun untuk membangun antusiasme peserta.
“Naik perahu menuju Gresik, singgah sebentar membeli delima. Mari hidup bersama Al-Qur’an dengan baik, agar perjuangan penuh keberkahan selamanya,” ucapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPP PKS, KH Abdul Aziz Rouf, jajaran pengurus DPW PKS Jawa Timur, serta tokoh-tokoh pembinaan kader lainnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda ruhiyah dan pembinaan, mulai dari qiyamul lail, halaqah Al-Qur’an, setoran hafalan, tadabbur ayat, hingga motivasi penguatan perjuangan berbasis nilai-nilai Qur’ani.
Bagus berharap, seluruh peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dalam membangun budaya cinta Al-Qur’an di tengah kader dan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini melahirkan kader-kader yang kuat ruhiyahnya, dekat dengan Al-Qur’an, dan mampu menghadirkan keberkahan dalam perjuangan maupun pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.{}









