Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur mendorong kegiatan Mukhoyam Qur’an tidak hanya digelar di tingkat wilayah, tetapi juga diperluas hingga daerah, kecamatan, bahkan desa-desa sebagai upaya memperkuat budaya Al-Qur’an di tengah kader dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Jatim, Ust Dr Ahmad Junaidi, Lc, MA saat pelaksanaan Mukhoyam Qur’an Wilayah (MQW) DPW PKS Jatim yang digelar selama tiga hari di Tretes, Pasuruan, 15–17 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari perwakilan DPD PKS di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Junaidi menegaskan bahwa penguatan interaksi dengan Al-Qur’an kini menjadi salah satu fokus utama kaderisasi di PKS.
“Di periode ini, salah satu pengarusutamaan yang ditekankan adalah Al-Qur’an. Kalau dulu indikator capaian masih ada kata ‘berusaha menghafal’, sekarang tidak ada lagi kata berusaha. Artinya memang harus hafal sesuai levelnya masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan indikator tersebut menjadi tantangan sekaligus amanah bagi seluruh pembina dan penggerak kaderisasi di daerah.
“Kalau nanti masih banyak yang belum hafal, berarti yang hadir di sini belum meyakinkan kader di daerahnya untuk menghafal. Jadi ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Junaidi juga mengingatkan bahwa istiqamah dalam menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an merupakan karunia besar dari Allah SWT. Ia menilai, kemampuan seseorang untuk tetap berada dalam jalan dakwah dan dekat dengan Al-Qur’an bukan semata karena kekuatan pribadi, melainkan pertolongan Allah.
“Kalau Allah memberi kesempatan kepada kita menjadi ahlul Qur’an, itu bukan karena kita hebat, tapi murni karena karunia Allah. Kalau bukan karena Allah, mungkin kita tidak hadir di tempat ini,” tuturnya.
Ia menjelaskan, hati manusia mudah berubah dan melemah. Karena itu, setiap kader perlu terus memohon keteguhan hati agar tetap istiqamah di jalan dakwah.
“Hati manusia itu suka bolak-balik. Maka kita diajarkan doa, ‘Ya Muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala dinik’, wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu,” ucapnya.
Junaidi berharap kegiatan MQW tidak berhenti di tingkat wilayah saja, tetapi dapat dilanjutkan hingga ke tingkat daerah, kecamatan, bahkan kampung-kampung.
“Saya berharap program ini berlanjut di daerah-daerah, bahkan kalau perlu sampai kecamatan dan kampung. Tidak harus di hotel, bisa di tempat yang lebih sederhana, yang penting ruh Al-Qur’annya hidup,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan sederhana namun rutin justru bisa memperkuat budaya Qur’ani di tengah kader dan masyarakat.
“Kalau di daerah bisa lebih ‘mukhoyam’, lebih sederhana dan murah meriah, tapi semangat menghafal, mentadabburi, dan mencintai Al-Qur’an tetap kuat,” imbuhnya.
MQW DPW PKS Jatim sendiri diisi dengan berbagai agenda ruhiyah seperti tilawah bersama, setoran hafalan, tadabbur Al-Qur’an, qiyamul lail, hingga penguatan nilai-nilai perjuangan berbasis Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana serta Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPP PKS, KH Abdul Aziz Rouf.{}









