Penguatan peran keluarga dinilai menjadi kunci penting dalam menyiapkan masa depan Indonesia. Karena itu, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) menggelar Diklat Pengelolaan Sekolah Keluarga pada Sabtu (23/5/2026) secara daring yang diikuti pengurus Bipeka dari 38 DPD PKS kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Kegiatan bertema “Membangun Sekolah Keluarga yang Profesional, Adaptif, dan Berkelanjutan” itu digelar sebagai upaya memperkuat kualitas rumah tangga di tengah tantangan sosial dan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Kegiatan itu mengundang dari Bipeka DPP PKS, yaitu Ir. Tuti Elfita, M.Si, Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga dan Sugiyanti, S.Sos.I, Ketua Ketahanan Keluarga Bipeka.

Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan keluarga memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi bangsa di masa depan.
“Keluarga adalah fondasi utama bangsa. Kalau keluarganya kuat, harmonis, dan memiliki nilai yang baik, maka bangsa ini juga akan kuat,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurut Bagus, rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi menjadi ruang pertama pembentukan karakter, pola pikir, dan kebiasaan anak-anak.
Ia menilai tantangan pengasuhan anak di era sekarang semakin berat sehingga dibutuhkan kekompakan dan komunikasi yang baik antara ayah dan ibu dalam mendidik keluarga.
“Pendidikan keluarga tidak bisa dibebankan hanya kepada ibu. Harus ada kolaborasi dan komunikasi yang baik antara suami dan istri agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang positif,” katanya.
Bagus juga menekankan pentingnya keteladanan dalam keluarga. Menurutnya, anak-anak lebih mudah meniru perilaku yang dilakukan orang tua dibanding sekadar mendengar nasihat.
“Anak-anak itu lebih mudah mencontoh perilaku daripada mendengar nasihat. Karena itu orang tua harus menghadirkan contoh yang baik dalam keseharian,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan sekolah keluarga dapat menjadi solusi untuk memperkuat kualitas keluarga sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bipeka DPW PKS Jatim, Nurul Arba’ati, menjelaskan bahwa Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) dirancang sebagai sarana pembelajaran keluarga yang menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Sekolah keluarga ini dirancang agar peserta mendapatkan pemahaman utuh tentang bagaimana membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Nurul mengatakan, program tersebut menggabungkan pendekatan nilai keluarga, hukum negara, dan kearifan lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan sosial masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggagas pengembangan sekolah keluarga yang lebih profesional dan berkelanjutan, termasuk membuka peluang kelas khusus bagi kalangan profesional dan pebisnis.
“Kami ingin sekolah keluarga ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Harapannya bisa menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan ketahanan keluarga Indonesia,” katanya.
Diklat tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat pusat dan daerah, serta menjadi forum koordinasi program penguatan keluarga bagi seluruh pengurus Bipeka PKS se-Jawa Timur.{}









