Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyambut langsung kedatangan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, Sabtu (27/6/2026).
Bagus kemudian mendampingi HNW dalam rangkaian agenda Serap Aspirasi MPR RI bersama ratusan anggota Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Kabupaten Malang.
Kehadiran Bagus mendampingi HNW mencerminkan sinergi antara kepemimpinan PKS di tingkat pusat dan daerah dalam menguatkan peran pesantren sebagai pilar pendidikan, kebangsaan, dan pembinaan karakter bangsa.
Dalam paparannya, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.
“Tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pendidikan tidak boleh memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai-nilai agama,” tegas HNW.
Ia juga mengingatkan bahwa negara dan pesantren bukanlah dua entitas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menguatkan.
“Pesantren dan negara bukan dua entitas yang saling berhadapan, tetapi saling mengisi, saling menguatkan, dan saling memajukan. Dasar konstitusinya sudah ada, tinggal bagaimana kita memaksimalkan kolaborasi itu,” ujar HNW.
Menurut HNW, lahirnya Undang-Undang Pesantren merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan pengakuan sekaligus dukungan terhadap eksistensi pesantren yang selama ini berkontribusi besar dalam mencetak generasi berkarakter dan menjaga persatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana menyampaikan bahwa PKS Jatim memiliki komitmen kuat untuk terus membersamai pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban bangsa.
“Pesantren adalah benteng moral sekaligus pusat lahirnya pemimpin-pemimpin bangsa yang berintegritas. Karena itu, PKS Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi dengan pesantren dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan memiliki semangat kebangsaan yang kokoh,” ujar Bagus.
Bagus menilai nilai-nilai yang tumbuh di pesantren, seperti keikhlasan, kemandirian, ukhuwah, dan pengabdian kepada masyarakat, merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menghadapi tantangan bangsa.
“Komitmen kami bukan hanya menjalin silaturahmi, tetapi menghadirkan kolaborasi nyata. Pesantren telah membuktikan kontribusinya dalam mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. PKS Jawa Timur siap terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada pesantren dan memperjuangkan aspirasinya demi kemajuan Indonesia,” tegas Bagus.
Agenda berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan peserta yang terdiri dari pengasuh, pengelola, dan aktivis pesantren tampak antusias mengikuti dialog bersama Hidayat Nur Wahid.
Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara pesantren, masyarakat, dan para pemangku kebijakan dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kebangsaan.{}









