Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur melalui Bidang Ekonomi Kreatif (Boemkraf) menggelar pendampingan UMKM secara hybrid pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan bertema “Meraup Omset dari Facebook Marketplace dan Kisah Sukses di Jalan Facebook” itu diikuti pelaku usaha dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas melalui pemasaran digital.
Ketua Boemkraf DPW PKS Jatim, Wahyu Hermanto, menegaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami strategi pemasaran digital sekaligus membangun mental bertahan dalam dunia usaha.
Menurutnya, banyak pelaku usaha pemula yang berhenti di tengah jalan karena tidak memiliki lingkungan belajar dan pendampingan yang kuat.
“Bisnis itu ada tahapannya. Di fase awal memang berat, sehingga pelaku usaha membutuhkan lingkungan yang mendukung, mentor, dan ruang belajar agar semangatnya tetap tumbuh,” kata Wahyu dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pendampingan UMKM yang digelar Boemkraf bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan. Dengan adanya komunitas dan pendampingan rutin, pelaku UMKM diharapkan memiliki daya tahan dan terus berkembang.
Menurut Wahyu, salah satu tantangan terbesar UMKM saat ini adalah kemampuan menjual produk di tengah persaingan pasar digital yang semakin ketat. Karena itu, pelatihan kali ini difokuskan pada strategi marketing dan penjualan melalui Facebook Marketplace.
“Kalau ingin jualannya laris, tugas kita adalah memberi tahu sebanyak mungkin calon pelanggan tentang produk kita. Media sosial seperti Facebook menjadi salah satu alat paling efektif untuk itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga harus mampu menghadirkan keunggulan yang membedakan dari kompetitor. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk UMKM akan lebih mudah dikenal dan diminati pasar.
Wahyu juga mendorong peserta agar terus belajar dan aktif mengikuti forum pendampingan. Menurutnya, proses belajar dan praktik secara konsisten menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
“Fokus kita di tahap awal adalah belajar dan jualan. Semakin banyak orang mengenal produk kita, maka peluang penjualan juga akan semakin besar,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi dari praktisi digital marketing Muhammad Suef. Ia menjelaskan pentingnya memanfaatkan Facebook sebagai media promosi yang murah namun memiliki jangkauan luas.
Menurut Suef, Facebook Marketplace, grup Facebook, fanpage, hingga fitur reels dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar UMKM. Ia menilai pelaku usaha harus mulai aktif membuat konten yang menarik perhatian agar produk lebih mudah ditemukan calon pembeli.
“Yang menang di media sosial bukan akun besar, tapi konten yang mampu membuat orang berhenti scrolling,” ujarnya.
Ia juga mengenalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk membantu pelaku UMKM membuat konten promosi dengan lebih mudah dan cepat. Menurutnya, teknologi digital kini membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang tanpa harus memiliki modal promosi yang besar.
Melalui pelatihan ini, PKS Jatim berharap semakin banyak UMKM di Jawa Timur mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet, dan memperkuat ekonomi masyarakat.{}









