Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus memperkuat kesiapan relawan kemanusiaan agar mampu bergerak cepat ketika bencana terjadi. Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, saat membuka Pelatihan Relawan Kemanusiaan dan Bela Negara di Tulungagung, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang digelar DPP PKS tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari seluruh Indonesia dan berlangsung selama 10 hari. Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi fisik dan psikis untuk memastikan kesiapan mengikuti pelatihan.
Kholid mengatakan, kerelawanan, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, merupakan bagian dari karakter dan DNA PKS.
“Saya memberikan hormat setinggi-tingginya kepada kader-kader PKS yang insyaallah selalu terdepan bersama TNI dan Polri dalam membantu warga yang terdampak bencana,” ujar Kholid.
Menurutnya, relawan PKS selama ini tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga berupaya bersinergi dengan berbagai unsur negara seperti TNI, Polri dan BNPB.
“Kader-kader PKS menjadi sahabat sejati perjuangan TNI dan Polri di lapangan,” katanya.
Kholid menceritakan pengalamannya saat melihat langsung kiprah relawan PKS dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Salah satunya ketika akses menuju daerah terdampak di Sumatera Barat terputus akibat bencana.
Di tengah keterbatasan akses, terdapat kader PKS yang tetap berupaya menembus wilayah terisolasi untuk mengantarkan bantuan.
“Ada kader PKS yang membawa bantuan sembako dan sebagainya dengan berjalan dua hari dua malam untuk sampai ke lokasi,” ungkapnya.
Bagi Kholid, kerja kemanusiaan tersebut harus dilandasi niat pengabdian, bukan kepentingan politik. Kehadiran relawan di tengah masyarakat merupakan panggilan kemanusiaan dan bentuk kepedulian sebagai sesama anak bangsa.
“Kalau kita hadir karena panggilan kemanusiaan, panggilan sebagai sesama saudara sebangsa dan setanah air, insyaallah akan menghadirkan keberkahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan relawan merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.
“Kita hanya bagian kecil dari entitas bangsa ini yang membantu tugas yang sudah dilakukan negara. Membantu tugas TNI, membantu petugas Polri, membantu tugas BNPB sebagai satu kesatuan,” jelas Kholid.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam mencetak kader yang siap digerakkan, terutama ketika terjadi bencana di berbagai daerah.
“Ini dalam rangka mencetak kader yang siap digerakkan, terutama di daerah-daerah bencana,” ujar Bagus.
Menurutnya, kebutuhan terhadap relawan kemanusiaan semakin penting mengingat berbagai bencana masih terjadi di sejumlah wilayah. PKS, kata dia, juga telah mengirimkan relawan ke sejumlah daerah terdampak, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Aceh dan wilayah Sumatera.
“Memang DNA kita itu selalu membantu saudara kita, terutama sebagai relawan bencana,” tegasnya.
Bagus berharap pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepedulian, keberanian dan kesiapan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Pelatihan yang berlangsung di Tulungagung ini juga menjadi kegiatan yang kembali digelar di daerah tersebut. Selama dua tahun terakhir, pelatihan relawan kemanusiaan DPP PKS digelar di Tulungagung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPW PKS Jawa Timur Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, Bendahara Nonot Suhartono, Ketua Bidang Kaderisasi Ahmad Junaidi, serta Sekretaris MPW PKS Jatim, Achmad Zakaria.
Dari jajaran DPP PKS hadir Ketua DPP PKS Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN), Taufik Jayadi. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut hadir Bupati Tulungagung Ahmad Baharuddin.
Melalui pelatihan tersebut, PKS berharap lahir relawan-relawan yang memiliki kesiapan fisik, mental dan kemampuan untuk bergerak cepat membantu masyarakat sekaligus bersinergi dengan pemerintah dan aparat dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.{}









