Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 dimanfaatkan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui peluncuran Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI), layanan call center konsultasi keluarga yang diharapkan menjadi ruang pendampingan bagi keluarga-keluarga di Jawa Timur.
Peluncuran Halo RKI dilakukan dalam rangkaian kegiatan Harganas yang digelar secara hybrid, Minggu (5/7/2026), bersamaan dengan Diklat Konsultan Keluarga, launching Sekolah Keluarga Indonesia (SKI), serta Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK).
Kegiatan ini diikuti pengurus Bipeka DPD PKS se-Jawa Timur, para konsultan keluarga, serta menghadirkan narasumber Muhammad Iqbal, Ph.D, psikolog sekaligus Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai DPP PKS, dan Iis Istiqomah, M.Si, Sekretaris Bipeka DPP PKS.
Peluncuran berbagai program tersebut dilandasi keprihatinan terhadap semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia.
Ketahanan keluarga dinilai menjadi fondasi utama pembangunan bangsa, sebab keluarga merupakan tempat pertama pembentukan karakter, penanaman nilai, hingga lahirnya generasi penerus yang berkualitas.
Urgensi penguatan keluarga juga terlihat dari masih tingginya angka perceraian di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2025 terdapat 93.733 perkara perceraian yang diputus di Jawa Timur, menjadikannya salah satu provinsi dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia. Mayoritas perkara merupakan cerai gugat yang diajukan pihak istri.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan keluarga membutuhkan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Timur, Nurul Arbaati, mengatakan kehadiran Halo RKI merupakan komitmen PKS untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan yang mudah diakses masyarakat. Ia menjelaskan, masyarakat di Jawa Timur bisa curhat apa saja ke nomor Halo RKI di 081234500686.
“Melalui Halo RKI kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki tempat untuk berkonsultasi ketika menghadapi persoalan. Harapannya, tidak ada lagi keluarga yang bingung harus ke mana mencari solusi. Ini adalah bentuk ikhtiar kami mendampingi keluarga agar tetap harmonis, tangguh, dan berkualitas,” ujar Nurul.
Ia menjelaskan, ke depan Halo RKI dirancang menjadi layanan yang semakin modern dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga masyarakat dapat memperoleh akses konsultasi secara lebih cepat, mudah, dan bahkan dapat diakses selama 24 jam.
Selain Halo RKI, Bipeka PKS Jawa Timur juga meluncurkan Sekolah Keluarga Indonesia sebagai wadah edukasi keluarga serta Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa seluruh program yang diluncurkan pada momentum Harganas bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan membangun keluarga sebagai fondasi peradaban.
“Hari ini kita bukan hanya melaunching sebuah program, tetapi sedang meluncurkan sebuah gerakan membangun peradaban melalui keluarga. Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan,” kata Bagus.
Menurutnya, tantangan keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya pengaruh media digital, lemahnya komunikasi dalam rumah tangga, hingga tekanan ekonomi yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Karena itu, keluarga membutuhkan ruang pendampingan yang profesional dan mudah dijangkau.
“Kalau keluarga kita kuat, masyarakat akan kuat. Kalau masyarakat kuat, bangsa pun akan kuat. Karena itu perhatian terhadap keluarga bukanlah agenda sampingan, tetapi agenda strategis untuk menyiapkan masa depan Indonesia,” tegasnya.
Bagus menambahkan, PKS ingin hadir bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin PKS hadir bukan hanya menjelang pemilu, tetapi hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan. Kehadiran Halo RKI menjadi salah satu bentuk pelayanan nyata agar keluarga mendapatkan pendampingan, solusi, dan penguatan ketika menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.
Bagus berharap Jawa Timur dapat menjadi pelopor gerakan pembangunan keluarga di Indonesia.
“Bagi PKS, kemenangan bukan hanya kemenangan elektoral, tetapi ketika masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran kita. Ketika keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat semakin berdaya, dan masa depan bangsa dipersiapkan dari rumah-rumah yang kokoh,” pungkasnya.{}









