Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Harian Jawa Pos, Kamis (16/7/2026).
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Bagus diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Jawa Pos, Eko Priono.
Bagus hadir didampingi Wakil Sekretaris DPW PKS Jatim Bustanul Arifin serta Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Jatim Ahmad Junaidi.
Pertemuan berlangsung gayeng dan santai. Berbagai isu dibahas, mulai dari perkembangan media, dinamika sosial di Jawa Timur, hingga berbagai program pelayanan masyarakat yang tengah dijalankan PKS Jawa Timur. Usai berdiskusi, rombongan PKS Jatim diajak berkeliling melihat ruang redaksi dan sejumlah fasilitas di Kantor Harian Jawa Pos untuk mengenal lebih dekat proses kerja media yang selama puluhan tahun menjadi salah satu rujukan utama masyarakat Jawa Timur.
Pada kesempatan itu, Bagus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jawa Pos dalam perjalanan pembangunan Jawa Timur.
“Sebagian besar masyarakat Jawa Timur dibesarkan dengan berita-berita Jawa Pos. Media ini memiliki peran besar dalam membangun literasi masyarakat sekaligus memberikan pendidikan politik yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi digital, media kredibel seperti Jawa Pos tetap menjadi referensi penting bagi publik,” ujar Bagus.
Bagus kemudian memaparkan berbagai program pelayanan masyarakat yang menjadi fokus PKS Jawa Timur. Salah satunya adalah pendampingan terhadap sekitar 1.600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Jawa Timur.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memperoleh pendampingan secara berkelanjutan agar mampu bertahan dan berkembang.
“Kami telah menyiapkan mentor di 38 kabupaten/kota untuk mendampingi para pelaku UMKM. Mereka tidak hanya dibekali pelatihan, tetapi juga didampingi dalam pengembangan usaha, pemasaran digital, legalitas usaha, hingga akses permodalan. Kami ingin UMKM benar-benar naik kelas,” jelasnya.
Berbagai kajian mengenai pemberdayaan ekonomi menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM sangat dipengaruhi oleh pendampingan yang konsisten.
Selain meningkatkan kapasitas usaha, mentoring juga membantu pelaku UMKM lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produknya.
Selain penguatan ekonomi masyarakat, Bagus juga memperkenalkan sejumlah program PKS Jawa Timur di bidang ketahanan keluarga. Di antaranya melalui Konsultan Keluarga, layanan Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI) sebagai pusat konsultasi keluarga, serta Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK).

Ia menjelaskan, berbagai program tersebut lahir sebagai respons atas semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi keluarga, mulai dari tekanan ekonomi, tantangan pengasuhan anak di era digital, hingga tingginya angka perceraian.
“Kami ingin PKS hadir bukan hanya menjelang pemilu, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi. Melalui Konsultan Keluarga, Halo RKI, dan PPEK, kami ingin membantu keluarga tetap harmonis, memiliki ketahanan ekonomi, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Bagus menambahkan, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Karena itu, penguatan ekonomi keluarga dan pendampingan psikososial harus berjalan beriringan sebagai fondasi membangun masyarakat yang tangguh.
Ia berharap silaturahmi dengan Jawa Pos menjadi awal semakin kuatnya kolaborasi antara media dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan informasi yang edukatif sekaligus menginspirasi.
“Media memiliki peran strategis, bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun optimisme dan menghadirkan praktik-praktik baik yang dapat menggerakkan masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin demi kemajuan Jawa Timur,” pungkas Bagus.{}









