Perempuan tidak hanya dituntut tangguh dalam mengelola keluarga, tetapi juga perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat. Semangat itulah yang dibawa DPW PKS Jawa Timur melalui Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) L1 yang digelar di kawasan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan yang diikuti kader perempuan PKS dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore. Peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan kesiapsiagaan, tetapi juga diajak meningkatkan kebugaran dan ketangguhan fisik.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Timur, Kukuh Nurma Nugroho, mengatakan LATANSA menjadi bagian dari upaya menyiapkan perempuan PKS agar memiliki kemampuan menghadapi berbagai kondisi, terutama potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kita ingin perempuan-perempuan PKS di Jawa Timur memiliki kesiapsiagaan. Bukan hanya siap dalam aktivitas keluarga dan sosial, tetapi juga siap ketika menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan,” ujar Kukuh.
Menurutnya, kesiapsiagaan bencana menjadi semakin penting mengingat Jawa Timur memiliki sejumlah wilayah yang memiliki potensi bencana, termasuk gempa bumi. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi bencana perlu dimiliki masyarakat, termasuk kaum perempuan.
“Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis. Dalam banyak situasi kebencanaan, perempuan dan ibu-ibu berada di garis depan dalam menjaga keselamatan keluarga. Karena itu mereka harus dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk bersiaga,” katanya.
Kukuh juga menyoroti kondisi musim kemarau yang perlu diantisipasi. Menurutnya, perubahan cuaca dan potensi kemarau panjang membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk kekeringan dan kebakaran.
Namun, LATANSA tidak hanya berbicara mengenai kebencanaan, Kukuh menegaskan, aspek kebugaran fisik menjadi salah satu perhatian utama dalam latihan tersebut.
Menurutnya, ketangguhan kader harus dibangun secara utuh, baik dari sisi spiritual, mental, sosial, maupun jasmani.
“Jadi tidak hanya bicara soal agama, tidak hanya soal politik, dan tidak hanya soal kehidupan rumah tangga. Semuanya harus seimbang, termasuk kesehatan dan kebugaran jasmani,” tegasnya.
Ia menambahkan, perempuan yang sehat dan bugar akan memiliki energi lebih besar untuk menjalankan berbagai peran, baik sebagai ibu, anggota masyarakat, maupun kader yang terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kalau pilar-pilar bangsa ingin kuat, maka manusianya juga harus kuat. Perempuan sebagai salah satu pilar keluarga dan masyarakat harus kita siapkan agar sehat, tangguh, dan siap Gelar LATANSA L1, Perempuan PKS Jatim Disiapkan Tangguh Hadapi Bencana dan Perubahan Iklim
Perempuan tidak hanya dituntut tangguh dalam mengelola keluarga, tetapi juga perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat. Semangat itulah yang dibawa DPW PKS Jawa Timur melalui Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) L1 yang digelar di kawasan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan yang diikuti kader perempuan PKS dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore. Peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan kesiapsiagaan, tetapi juga diajak meningkatkan kebugaran dan ketangguhan fisik.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Timur, Kukuh Nurma Nugroho, mengatakan LATANSA menjadi bagian dari upaya menyiapkan perempuan PKS agar memiliki kemampuan menghadapi berbagai kondisi, terutama potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kita ingin perempuan-perempuan PKS di Jawa Timur memiliki kesiapsiagaan. Bukan hanya siap dalam aktivitas keluarga dan sosial, tetapi juga siap ketika menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan,” ujar Kukuh.
Menurutnya, kesiapsiagaan bencana menjadi semakin penting mengingat Jawa Timur memiliki sejumlah wilayah yang memiliki potensi bencana, termasuk gempa bumi. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi bencana perlu dimiliki masyarakat, termasuk kaum perempuan.
“Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis. Dalam banyak situasi kebencanaan, perempuan dan ibu-ibu berada di garis depan dalam menjaga keselamatan keluarga. Karena itu mereka harus dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk bersiaga,” katanya.
Kukuh juga menyoroti kondisi musim kemarau yang perlu diantisipasi. Menurutnya, perubahan cuaca dan potensi kemarau panjang membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk kekeringan dan kebakaran.
Namun, LATANSA tidak hanya berbicara mengenai kebencanaan, Kukuh menegaskan, aspek kebugaran fisik menjadi salah satu perhatian utama dalam latihan tersebut.
Menurutnya, ketangguhan kader harus dibangun secara utuh, baik dari sisi spiritual, mental, sosial, maupun jasmani.
“Jadi tidak hanya bicara soal agama, tidak hanya soal politik, dan tidak hanya soal kehidupan rumah tangga. Semuanya harus seimbang, termasuk kesehatan dan kebugaran jasmani,” tegasnya.
Ia menambahkan, perempuan yang sehat dan bugar akan memiliki energi lebih besar untuk menjalankan berbagai peran, baik sebagai ibu, anggota masyarakat, maupun kader yang terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kalau pilar-pilar bangsa ingin kuat, maka manusianya juga harus kuat. Perempuan sebagai salah satu pilar keluarga dan masyarakat harus kita siapkan agar sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan,” imbuh Kukuh.
LATANSA L1 di Coban Rondo juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan antarkader perempuan PKS dari berbagai kabupaten/kota. Nuansa latihan dikemas dengan aktivitas luar ruang sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung membangun kekompakan dan ketangguhan.

Kukuh berharap latihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan kader perempuan yang semakin siap berkontribusi dalam pelayanan masyarakat.
“Harapannya, dari LATANSA ini lahir perempuan-perempuan yang bukan hanya kuat untuk dirinya sendiri dan keluarganya, tetapi juga siap hadir ketika masyarakat membutuhkan,” pungkasnya.{} berbagai tantangan,” imbuh Kukuh.
LATANSA L1 di Coban Rondo juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan antarkader perempuan PKS dari berbagai kabupaten/kota. Nuansa latihan dikemas dengan aktivitas luar ruang sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung membangun kekompakan dan ketangguhan.
Kukuh berharap latihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan kader perempuan yang semakin siap berkontribusi dalam pelayanan masyarakat.
“Harapannya, dari LATANSA ini lahir perempuan-perempuan yang bukan hanya kuat untuk dirinya sendiri dan keluarganya, tetapi juga siap hadir ketika masyarakat membutuhkan,” pungkasnya.{}









