Kesiapan menghadapi bencana menjadi perhatian serius PKS, termasuk di Jawa Timur yang memiliki beragam potensi bencana. Hal itu disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat menghadiri Pelatihan Relawan Kemanusiaan dan Bela Negara yang digelar DPP PKS di Tulungagung, Sabtu (22/8/2026).
Bagus mengatakan pelatihan tersebut penting untuk mencetak kader yang siap digerakkan ketika bencana terjadi. Terlebih, Jawa Timur memiliki potensi bencana yang cukup beragam, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem hingga erupsi gunung api. Data BNPB juga mencatat bencana yang paling banyak terjadi di Jatim pada 2025 antara lain banjir, cuaca ekstrem, karhutla dan tanah longsor.
“Ini dalam rangka mencetak kader yang siap digerakkan, terutama di daerah-daerah bencana,” ujar Bagus.
Menurutnya, potensi tersebut bukan sekadar ancaman di atas kertas. Jawa Timur memiliki sejumlah gunung api aktif dan kawasan pesisir selatan yang berhadapan dengan potensi gempa dan tsunami. Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor juga berulang terjadi di berbagai daerah.
Karena itu, Bagus menegaskan kesiapan menjadi relawan merupakan bagian dari karakter kader PKS.
“DNA PKS itu melayani, kami upayakan sebisa mungkin selalu membantu saudara kita, terutama sebagai relawan bencana,” tegasnya.
Sekjen PKS Muhammad Kholid yang membuka pelatihan mengatakan relawan kemanusiaan harus memiliki kesiapan untuk hadir ketika masyarakat berada dalam kondisi paling sulit.
Ia menceritakan pengalaman relawan PKS yang pernah menembus wilayah terisolir akibat bencana di Sumatera. Karena akses darat terputus, para relawan tersebut harus berjalan kaki selama dua hari dua malam sambil membawa bantuan makanan untuk warga.
Menurut Kholid, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan ketangguhan sekaligus ketulusan. Relawan tidak boleh menjadikan bantuan sebagai kepentingan politik, tetapi harus berangkat dari panggilan kemanusiaan.
Pelatihan DPP PKS di Tulungagung tersebut berlangsung selama 10 hari dan diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta sebelumnya telah menjalani seleksi fisik dan psikis untuk memastikan kesiapan mengikuti pelatihan.{}









