Rangkaian Latihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Jawa Timur rampung digelar. Hingga pelaksanaan terakhir, sebanyak 3.380 kader perempuan PKS dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur telah mengikuti kegiatan yang menjadi salah satu sarana konsolidasi kader perempuan tersebut.
Pelaksanaan pamungkas digelar di kawasan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Minggu (27/9/2026). Sebanyak sekitar 850 peserta mengikuti Latansa M1 Zona 4 dan 5, dengan rentang usia peserta mulai dari 19 hingga 71 tahun.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan Latansa tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan kader perempuan dari berbagai daerah.
“Latansa ini menjadi salah satu sarana kita untuk berkumpul, bertemu dengan kader dari seluruh Jawa Timur. Dari banyak UPA (Unit Pembinaan Anggota) berkumpul di sini, sehingga menjadi sarana untuk silaturahmi dan reunian dengan kader kita di seluruh Jawa Timur,” ujar Bagus.
Menurutnya, konsolidasi melalui Latansa penting untuk menjaga kekuatan kader sekaligus memastikan kader tetap memiliki fisik yang sehat dan bugar. Karena itu, Bagus mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh kegiatan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk menggembirakan kader. Jangan sampai setelah mengikuti acara ini kita justru menjadi susah atau sedih. Yang kedua, kita ingin menjaga agar semua kader, apalagi ibu-ibu, memiliki fisik yang kuat, sehat dan bugar,” katanya.
Bagus juga menekankan bahwa Latansa bukan kegiatan yang berorientasi pada kelulusan. Kehadiran dan kebersamaan menjadi hal utama, sehingga peserta yang kurang sehat tidak perlu memaksakan diri mengikuti aktivitas fisik.

“Di Latansa tidak ada kelulusan. Jangan dipaksakan. Yang penting adalah kehadiran dan kebersamaan,” tegasnya.
Selain memperkuat konsolidasi, Latansa juga menjadi bagian dari sarana pembinaan kader PKS yang dilaksanakan secara berjenjang. Bagus menjelaskan, kegiatan Latansa untuk kader perempuan tersebut diupayakan berlangsung secara rutin setiap tahun agar semakin banyak kader dapat mengikutinya.
“Kalau dulu Latansa cukup satu kali seumur hidup, kemudian pernah lima tahun sekali. Di era ini insyaallah Latansa akan diupayakan diadakan satu tahun sekali,” ujarnya.
Dengan selesainya rangkaian Latansa, PKS Jatim selanjutnya akan menggelar kegiatan Kembara untuk kader laki-laki. Kegiatan tersebut menjadi sarana konsolidasi dan pembinaan bagi ribuan kader laki-laki PKS dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Bagus mengatakan, Kembara merupakan kegiatan perkemahan yang dirancang sebagai sarana pembinaan sekaligus memperkuat kebersamaan kader laki-laki, sebagaimana Latansa bagi kader perempuan. Jika Latansa digelar sehari, Kembara digelar selama 3 hari.
“Setelah Latansa ini, akan ada Kembara. Ini juga menjadi sarana bagi kita untuk memperkuat kebersamaan dan konsolidasi kader laki-laki di Jawa Timur,” katanya.
Dengan rangkaian Latansa dan Kembara, konsolidasi kader PKS Jatim dilakukan dengan mempertemukan kader dari berbagai daerah dalam suasana pembinaan, kebersamaan, serta aktivitas yang mendorong kebugaran fisik dan kesiapan kader.{}









