Di tengah dinginnya malam di kaki Gunung Semeru di Lumajang, para peserta Kemah Bela Negara (Kembara) M2 Zona 2 dan 3 DPW PKS Jawa Timur mengikuti qiyamul lail, salat malam berjamaah, disertai renungan dan aktivitas ibadah lainnya untuk memperkuat spiritualitas.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Kembara pada Jumat-Ahad (9-11 Oktober 2026) itu menegaskan bahwa pembentukan kader bela negara tidak cukup hanya dengan ketangguhan fisik dan mental.
Kekuatan spiritual juga menjadi bekal penting untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Timur, Kukuh Nurma Nugroho, menekankan pentingnya keseimbangan antara ketiga aspek tersebut dalam pembinaan kader.
Menurutnya, kader yang dipersiapkan untuk terjun ke tengah masyarakat harus memiliki tubuh yang tangguh, mental yang kuat, sekaligus hati yang terjaga melalui kedekatan dengan Allah SWT.

“Kita tidak hanya ingin membentuk kader yang kuat secara fisik dan berani menghadapi tantangan. Kita juga ingin membentuk pribadi yang kuat hubungannya dengan Allah, karena dari sanalah tumbuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan dalam melayani masyarakat,” kata Kukuh.
Menurutnya, Qiyamul lail menjadi salah satu ruang bagi peserta untuk mengambil jeda dari padatnya aktivitas, menundukkan diri dalam ibadah, sekaligus merenungkan kembali amanah pengabdian yang mereka emban.
“Ada sisi lain dari Kembara. Jika pada siang hari peserta ditempa untuk menjaga stamina, mengikuti arahan, dan bekerja sama dalam tim, pada malam hari mereka diajak memperkuat hubungan spiritual yang menjadi landasan dalam menjalankan setiap amanah,” jelasnya mantap.{}









