Kesiapan membela negara dan mengabdi kepada masyarakat tidak hanya membutuhkan mental yang tangguh, tetapi juga pengetahuan untuk menyelamatkan nyawa. Hal ini menjadi salah satu materi dalam Kemah Bela Negara (Kembara) M2 Zona 2 dan 3 yang digelar DPW PKS Jawa Timur di Lumajang, Jumat-Ahad (9-11 Oktober 2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi first aid atau pertolongan pertama pada korban serta pola hidup sehat. Materi disampaikan Achmad Dhafir Syah, S.Kep., anggota DPRD Kabupaten Jember dari PKS yang akrab disapa Ahmad Dhofir.
Salah satu sesi yang menarik adalah praktik pertolongan pada korban henti jantung menggunakan manekin. Dhofir tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga memperagakan langkah-langkah pertolongan yang kemudian dipraktikkan langsung oleh para peserta.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dari pembekalan kader agar memiliki pengetahuan dasar ketika menghadapi situasi darurat, baik dalam kegiatan kemanusiaan maupun saat berada di tengah masyarakat.
Kemampuan memberikan pertolongan pertama dapat menjadi keterampilan penting bagi relawan, terutama ketika menghadapi kecelakaan atau kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan segera sebelum bantuan medis tiba.
Selain pertolongan pertama, Dhofir mengingatkan peserta tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menurutnya, kesiapan menjalankan berbagai aktivitas pengabdian perlu ditopang oleh kondisi tubuh yang terjaga.

Ia menekankan pentingnya olahraga, mengontrol berat badan, menjaga keseimbangan asupan makanan dan aktivitas, serta memastikan makanan yang dikonsumsi halal dan baik (halalan thayyiban).
Dhofir juga mengingatkan pentingnya konsistensi. Menurutnya, pola hidup sehat tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
Pesan tersebut relevan bagi para peserta Kembara yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktivitas fisik dan pembinaan mental. Menjaga kesehatan menjadi bagian dari upaya mempersiapkan diri agar tetap bugar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Dalam sesi tanya jawab, peserta juga berkonsultasi mengenai pola konsumsi makanan, tekanan darah, serta cara menjaga kesehatan.
Dhofir mengingatkan agar peserta lebih memperhatikan keseimbangan pola makan dan tidak memaksakan perubahan kondisi tubuh tanpa memahami penyebabnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan makanan yang dikonsumsi berasal dari bahan dan proses pengolahan yang halal serta baik.
Materi pertolongan pertama dan pola hidup sehat melengkapi pembinaan dalam Kembara M2 Zona 2 dan 3.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk membangun kedisiplinan dan ketangguhan mental, tetapi juga membekali kader dengan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pengetahuan pertolongan pertama, misalnya, dapat menjadi bekal ketika kader menjumpai orang yang mengalami kondisi darurat.
Sementara kebiasaan hidup sehat membantu menjaga kesiapan fisik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dhofir menyampaikan, pembekalan tersebut menegaskan bahwa semangat bela negara tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian menghadapi tantangan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan sesama.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, peserta diharapkan semakin siap menjalankan peran pengabdian di tengah masyarakat, termasuk ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.{}









