Suasana kampanye Pemilu yang makin menghangat, mendorong PKS Jatim menegaskan 3 prinsip kampanye kepada para kader, terutama para calegnya. Bekal ini, menurut Ketua DPW PKS Jatim, H Hamy Wahjunianto, sangat penting agar masa kampanye bisa manambah suara PKS tapi secara etika harus dijaga. “PKS harus berkampanye dengan cara secantik main, “ tegasnya.
Ada 3 ojo, lanjut Hamy, yang harus dipegang PKS selama masa kampanye. “Pertama ojo meneng atau diam. Semua kader PKS harus obah, harus bergerak sesuai dengan level masing-masing. Karena pada prinsipnya semua kader PKS adalah juru kampanye,” ungkapnya.
Pesan kedua, lanjut bapak 6 anak ini, seluruh kader diminta ojo kakean janji, atau jangan banyak janji. Ini penting terutama bagi para caleg. “Janji adalah hutang, yang nanti pasti akan diminta pembuktiannya oleh masyarakat. Daripada banyak janji, sebaiknya kader PKS banyak memberi saja,” lanjutnya.
“Pesan ketiga, kader PKS kami minta untuk ojo lali. Nanti setelah Pemilu selesai, caleg yang berhasil menjadi anggota legislative, harus tidak boleh melupakan siapa saja yang telah memilih dan mendukungnya, “ pesannya, serius. “Prinsip ojo lali ini juga bermakna bahwa kader PKS tidak boleh lupa pada visi misi utama PKS sebagai partai yang berkomitmen melayani masyarakat luas. Bukan hanya melayani simpatisan, tim sukses dan kader saja, “ lanjutnya.
PKS sendiri sejak awal memang memilih lebih banyak memanfaatkan kampanye yang bersifat bertemu langsung dengan para pemilih. Baik itu melalui program door to door campaign alias direct selling, bakti social juga kampanye kreatif melalui jalur kader muda PKS.
Untuk rencana kampanye yang melibatkan massa besar, PKS merencanakan akan menggelar pada tanggal 30 Maret 2014. “Insyaallah tidak kurang dari 20 ribu kader PKS Surabaya akan diturunkan. Semoga Presiden PKS Anis Matta yang akan hadir menyemangati kader untuk lebih giat memenangkan partai anak muda ini, “ ungkap Shiddiq Baihaqi, Ketua Bidang Humas PKS Jatim.









