
SURABAYA ~Nasib bunda pendidikan anak usia dini (PAUD) sungguh kurang beruntung. Tunjangan yang seharusnya mereka terima tiap tiga bulan hingga kini belum cair.
Mereka pun mengadukan persoalan itu ke anggota DPRD Surabaya. Anggota komisi D Reni Astuti menyatakan, sebenarnya yang belum cair tersebut bukan hanya tunjangan untuk guru PAUD. Tapi, juga guru kelompok bermain (KB) dan guru taman kanak-kanak. ”Biasanya cair April untuk triwulan pertama. Tapi, sampai hari ini belum cair,” ujarnya.
Berdasar data yang dia terima, jumlah bunda PAUD, guru KB, dan TK tersebut sebanyak 13.046 orang. Di antara jumlah itu, 5.756 orang mengajar di PAUD. Mereka itulah yang mendapatkan kenaikan tunjangan dari Rp 150 ribu pada tahun lalu menjadi Rp 250 ribu per bulan mulai 2015.
“Sementara itu, untuk guru KB dan TK hanya Rp 150 ribu per bulan. Tapi, ya belum cair semuanya,” ungkapnya.
Salah seorang guru PAUD menyebutkan, tunjangan dengan total Rp 750 ribu untuk tiga bulan tersebut memang sudah dinanti-nanti. Sebab, kebanyakan bunda PAUD yang mengajar saat ini berasal dari ekonomi lemah. ”Tunjangan sebesar itu sungguh berarti dan ditunggu,” kata bunda PAUD yang enggan disebutkan namanya.
Dia mengatakan menjadi pengajar di sebuah PAUD Surabaya Selatan. Di tempatnya mengajar, ada sembilan bunda PAUD dengan murid hampir 80 anak. Dia khawatir kenaikan tunjangan itu menjadi pemicu dana yang belum cair tersebut. Dia sebenarnya cukup gembira dengan kenaikan tunjangan yang bisa dipakai untuk tambahan transportasi tersebut. Biasanya tunjangan tiga bulan itu sudah cair pada April. Tapi, sampai Mei ini belum juga cair.
*diolah dari berita Jawa Pos, 16/5/2015









