SURABAYA (1/6) Wacana Pemprov Jawa Timur membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) dibidang farmasi mendapat dukungan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Jatim. Pernyataan dukungan itu disampaikan Ketua F-PKS, Irwan Setiawan.
Menurut Irwan potensi pasar farmasi di Jawa Timur masih sangat luas, termasuk untuk Indonesia Timur. Bahkan pihaknya telah melakukan studi banding ke PT Kimia Farma yang merupakan BUMN produsen farmasi terbesar di Indonesia.
“Dalam kunjungan ke PT Kimia Farma kami mendapatkan banyak masukan tentang potensi perusahaan farmasi di Jawa Timur. Ini membuat niat kami semakin kuat untuk membentuk BUMD dibidang farmasi,” tutur politisi yang akrab disapa Kang Irwan itu, Minggu (27/5).
Anggota Komisi C DPRD Jatim ini mengungkapkan, selain potensi . Pembentukan perusahaan farmasi oleh pemprov Jawa Timur juga memiliki sejumlah tantangan. Namun, tantangan itu bisa diatasi lewat kajian akademis yang sudah dilakukan dalam rangka pembentukan BUMD tersebut.
Karena itu, Fraksi PKS mendukung adanya peraturan daerah (perda) dalam rangka pembentukan BUMD farmas. Dengan demikian, payung hukumnya jelas, termasuk aturan teknis bagi manajemen perusahaan nantinya.
“Kami mendorong secepatnya perda untuk pembentukan BUMD farmasi ini disahkan. Dengan demikian secepatnya Jawa Timur akan memiliki perusahaan farmasi yang nantinya diharapkan bisa membuat harga obat menjadi murah dan tentunya mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi pemprov Jatim,” urai anggota Dewan asal daerah pemilihan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo tersebut.
(disunting dari parlemenjatim.com)









