Silaturahim, sudah menjadi tradisi pimpinan PKS di level manapun, termasuk DPW. Namun ada yang berbeda dari silaturahim yang dilakukan Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan. Kali ini, Rabu (10/2), Silaturahim Irwan dan timnya datang ke Probolinggo dengan bersarung.
Ada beberapa agenda dan lokasi silaturahim yang sudah disiapkan, yaitu mengunjungi kader dan pengurus DPD PKS Probolinggo, dan beberapa DPC PKS di tingkat kecamatan, silaturahim ke Kiai Hasan Abdul Jalal di Pondok Pesantren Nurul Qodim, serta kunjungan ke media.
Dalam pertemuannya dengan pengurus DPD PKS Probolinggo, Irwan menjelaskan tentang filosofi sarung di depan para kader dan pengurus. “Mengapa saya datang bersarung?” tanya Irwan kepada para pengurus DPD PKS Probolinggo yang kemudian dijawab dengan jawaban beragam dari peserta yang hadir.
Irwan kemudian menjelaskan bahwa sarung itu mempunyai filosofi yang bisa dijadikan pelajaran hidup agar menjadi manusia yang jauh lebih baik. Sarung, ia menjelaskan, tidak mempunyai kancing dan resleting. Tanpa adanya resleting dan kancing bisa membuat penggunanya bergerak lebih fleksibel.
“Apa maknanya? Sarung seolah mengajarkan kepada kita agar bisa bersikap fleksibel, adaptif dan lapang dada,” jelasnya. Gulungan kain di perut, ia kemudian menambahkan, mengisyaratkan agar kuat menjaga silaturahim antarsesama.
Setelah menjelaskan tentang filosofi sarung, Irwan kemudian menekankan tentang pentingnya kolaborasi, dan terus melibatkan elemen-elemen bangsa yang lain. Irwan mendorong kepengurusan baru yang mampu mengajak elemen-elemen di luar PKS untuk berkolaborasi mensukseskan visi tersebut. “Untuk membangun negeri ini, tidak mungkin kita sendirian, harus bersama-sama,” pesannya.
Di hadapan para kader di Probolinggo, Ketua PKS Jatim juga menjelaskan tentang hal yang fundamental di PKS, yaitu visi besar PKS. “PKS harus menjadi partai Islam besar yang rahmatan lil alamin, yang bisa membawa kebaikan untuk semuanya. Kursi (di parlemen) berfungsi untuk memaksimalkan peran untuk berkontribusi di ranah kebijakan dan kepentingan publik,” pesan Irwan.
Tak ingin melewatkan kesempatan didatangi Ketua DPW begitu saja, Rifqi Abdullah (29) ketua DPD PKS Probolinggo kemudian memaparkan analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, dan threats) PKS di Probolinggo.
Pengurus DPC PKS Leces, Darmanum yang juga hadir, merasa kedatangan Ketua DPW PKS Jatim memberi semangat tersendiri untuk terus mengembangkan dan mengenalkan PKS di kecamatannya. “Alhamdulillah, seperti di-cas semangat saya,” katanya.
Setelah bertemu dengan para kader, Irwan mengajak beberapa pengurus DPD PKS Probolinggo untuk sowan ke Ponpes Nurul Qodim menemui Kiai Hasan Abdul Jalal. “Setelah memberi nasihat ke kader Probolinggo, sekarang saatnya meminta nasihat ke Kiai,” ujar Irwan bersemangat. (gpk)









