DPD PKS Kab. Nganjuk telah mengaktifkan Pos Tanggap Bencana, sehari setelah bencana banjir dan longsor melanda kabupaten Nganjuk 14 Februari lalu. Posko tersebut sebagai basecamp 25 relawan spesialis bencana dari PKS yang berasal dari beberapa kabupaten di Jatim. Mereka diterjunkan untuk turut serta melakukan aksi tanggap bencana seperti evakuasi korban dan koordinasi dengan aparat setempat terkait distribusi bantuan.

Disambung kemudian pada hari Kamis, (18/2/2021), ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan bersama Muzaki, ketua Deputi Penanggulangan Bencana dan ketua DPD PKS Nganjuk, Shoberi serta anggota DPRD Nganjuk Eko Wahyu, meninjau lokasi bencana. Dimulai dari menyapa beberapa warga yang tekena dampak banjir di Kota, lanjut datangi Posko Bencana PKS di daerah longsor, Ngetos. Rombongan PKS Jatim juga sempat bertemu dengan salah seorang warga yang terdampak, dimana dua orang anggota keluarganya meninggal akibat tertimbun longsoran.
Relawan PKS yang bertugas di daerah Ngetos semua telah terdaftar di Posko Induk sehingga bisa turut serta melakukan proses evakuasi korban yang tertimbun secara teratur dan sinergi dengan relawan yang lain. Terkait bantuan, Irwan mengapresiasi langkah otoritas setempat yang melakukan filter bagi mereka yang akan ke daerah Ngetos memberikan bantuan. Partisipasi masyarakat dan Pemerintah begitu besar sehingga bantuan untuk Ngetos berlebih dan harus diatur pendistribusiannya.
Menanggapi berita proses evakuasi 21 korban bencana tanah longsor yang sudah dinyatakan komplit, Irwan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, para pengurus DPD, DPC serta relawan PKS semua dari berbagai daerah di Jatim. Ia juga berpesan kepada relawan. “Selanjutnya, Pos Tanggap Bencana harus tetap fokus untuk mengawal aksi pasca bencana. Pertama melalui trauma healing untuk para ibu dan anak. Kedua, terkait kebijakan relokasi dan berapa lama warga di lokasi pengungsian. Laporkan kebutuhan yang perlu disupport DPW PKS Jatim untuk aksi tanggap pasca bencana” pungkasnya (*)









