TULUNGAGUNG/KEDIRI- Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan bertemu langsung dengan Tokoh yang kedepan akan menjadi Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) di Tulungagung dan Kediri, Kamis 22 September 2022. Dalam pertemuan itu, Irwan menegaskan bahwa PKS on the track.
Hal itu, ia melanjutkan, bisa dilihat dari berbagai hal yang diperjuangkan PKS baik di legislatif, maupun anggota PKS yang ada di struktur maupun di masyarakat.
“Kita semua sudah tahu, PKS yang paling getol memprotes kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat,” tegasnya.
Ia kemudian mencontohkan penolakan PKS atas kebijakan pemerintah yang menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
“Kami serentak menolak (kenaikan BBM), baik baik struktur yang ada di pusat hingga ke daerah. Baik di aleg pusat maupun daerah. Semua kompak menolak dengan beragam aksi dan kegiatan,” kata Irwan.
Menurutnya, situasi ekonomi masyarakat yang belum benar-benar pulih karena Covid-19, akan lebih berat dengan kenaikan BBM.
Pun demikian dengan berbagai kebijakan PKS lainnya. Ia memastikan PKS akan menolah kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.
“Kami harus berpihak pada rakyat,” katanya.
Selain penolakan BBM, ia menjelaskan, berbagai kebijakan lain dari pemerintah juga ditolak tegas. Seperti UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan oara buruh.
Irwan menambahkan, PKS juga dengan tegas menolak kebijakan impor dan meminta pemerintah untuk menguatkan petani lokal.
PKS juga memperjuangkan penghapusan pajak untuk masyarakat di bawah penghasilan Rp 8 juta per bulan.
“PKS satu-satunya partai oposisi, partai yang siap memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas pria 46 tahun itu.
Menurut Irwan, hal itulah yang membuat akhir-akhir ini banyak tokoh masyarakat yang ingin berjuang bersama PKS, termasuk beberapa BCAD yang hadir.
Baginya, PKS merupakan rumah besar bagi semua komponen yang ingin berjuang menegakkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih para tokoh masyarakat yang telah membulatkan tekad untuk berjuang bersama PKS,” ujarnya di depan para tokoh yang hadir dari Kabupaten Tulungangung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Kabupaten Kediri.

Irwan kemudian berpesan agar para pejabat publik PKS memberikan kontribusi terbaik ketika menjabat menjadi anggota DPR RI maupun DPRD baik di provinsi maupun di kabupaten/kota.
“Meskipun pertumbuhan ekonomi di Jatim selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Jawa Timur masih punya PR, angka kemiskinan di Jatim masih besar. Saya minta para aleg PKS memberikan perhatian yang besar pada kemiskinan,” pesannya.
Irwan melanjutkan, saat ini semua komponen bertugas untuk mewujudkan visi PKS sebagai partai Islam rahmatal lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI.
Pria yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim selama 2 periode itu menyampaikan bahwa capaian politik PKS di Jatim harus terus ditingkatkan.
Saat ini PKS Jatim mengirimkan 2 anggota DPR RI, 4 anggota DPRD Provinsi dan 104.
2024 mendatang, Irwan menargetkan PKS Jatim meraih 11 kursi DPR RI, 14 kursi DPRD provinsi dan 206 kursi kabupaten/kota.
“Dengan meningkatnya capaian politik PKS, menguat pula kontribusi PKS untuk masyarakat dan NKRI. Ini harus kita upayakan,” pungkasnya.{}









