Kepemimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur saat ini memiliki karakter yang berbeda dibanding periode sebelumnya. Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana bersama Sekretaris DPW Muhamad Syadid sama-sama tidak menjabat sebagai anggota legislatif.
Menurut Bagus, kondisi tersebut justru menjadi keuntungan karena keduanya dapat lebih fokus mengembangkan partai dan menguatkan struktur organisasi di Jawa Timur.
“Kalau pengurus inti tidak merangkap sebagai anggota legislatif, waktunya bisa lebih banyak untuk mengurus partai. Kita bisa bekerja penuh, tidak terbagi dengan agenda kedewanan seperti kunjungan kerja,” ujar Bagus saat berbincang dengan wartawan.
Ia bahkan berseloroh bahwa dirinya bisa bekerja hampir tanpa batas waktu untuk kegiatan kepartaian.
“Saya ini bisa dibilang 24 jam tujuh hari untuk partai. Jadi benar-benar fokus mengurus PKS,” katanya.
Bagus mengakui bahwa PKS Jawa Timur masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperkuat basis politik di sejumlah daerah. Saat ini masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang belum memiliki kursi legislatif dari PKS.
“Masih ada sekitar lima daerah yang belum punya kursi. Itu menjadi perhatian khusus kami untuk diperkuat,” ujarnya.
Beberapa daerah tersebut, menurutnya, sebelumnya sempat memiliki kursi namun kemudian hilang pada pemilu terakhir, sehingga menjadi target untuk direbut kembali pada pemilu mendatang.
Di sisi lain, ia juga menilai sejumlah daerah telah menunjukkan perkembangan yang cukup kuat. Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, hingga Kabupaten Trenggalek disebut sudah melampaui target suara dua digit.
“Di Surabaya suara PKS sudah sekitar 12,5 persen. Malang bahkan sekitar 15 persen lebih. Beberapa daerah lain juga sudah di atas 12 persen dan memiliki fraksi sendiri,” jelasnya.
Karena itu, Bagus mengatakan kepengurusan DPW kini memprioritaskan penguatan di daerah-daerah yang masih lemah. Salah satunya dengan meningkatkan intensitas kunjungan dan pendampingan kepada struktur partai di daerah.
“Saya sekarang memprioritaskan mengunjungi daerah yang belum punya kursi supaya mereka tidak merasa sendirian. Kita ingin memastikan seluruh daerah mendapat perhatian,” ujarnya.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan pimpinan pusat PKS yang mendorong penguatan struktur hingga ke daerah-daerah yang masih minim representasi politik.
Dengan strategi tersebut, Bagus optimistis PKS Jawa Timur dapat meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Ia menilai peluang itu cukup terbuka, terlebih dengan sejumlah perubahan regulasi politik yang memberi ruang lebih luas bagi partai menengah untuk mengusung calon kepala daerah.
“Target kita tentu bukan hanya mempertahankan yang ada, tapi juga menambah kursi di daerah yang belum memiliki representasi,” katanya.
Bagus menegaskan bahwa fokus utama kepengurusan saat ini adalah membangun organisasi yang solid dan memperluas basis dukungan masyarakat.
“Kalau struktur kuat dan kerja partai berjalan, insyaallah hasil politiknya akan mengikuti,” pungkasnya.{}









