SURABAYA- Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) yang rutin digelar PKS disebut Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan sebagai wujud kecintaan pada ilmu dan ulama.
Hal itu disampaikan Irwan saat memberi sambutan di kegiatan Semi Final LBKK yang digelar di ruang Aula Kantor DPTW PKS Jatim, Jumat, 1 Desember 2023.
“Kita cinta khasanah keilmuan Islam. LBKK ini juga wujud cinta pada ulama. Karenanya PKS komitmen menggelar kegiatan ini setiap tahunnya. Ini tahun ke 7,” ujar pria 47 tahun itu.
Tak hanya itu, Irwan juga menyebut bahwa LBKK ini merupakan upaya untuk menjaga aqidah ahlussunnah wal jamaah dan NKRI berdasarkan Pancasila,” tegasnya.
Baginya, LBKK juga merupakan upaya untuk menempatkan para santri dan ulama di posisi terhormat.
“Dunia pesantren, para ulama dan santri harus ditempatkan pada posisi terhormat agar dapat berkontribusi besar dan menentukan perjalanan bangsa ke depan,. Untuk itulah LBKK ini digelar,” katanya.
Menurutnya, bangsa Indonesia tidak cukup dikelola oleh orang-orang pintar. Lebih dari itu membutuhkan orang-orang yang punya komitmen, berintegritas, beriman kuat, serta berakhlak mulia.
“Dan itu semua banyak dikontribusikan dari kalangan pesantren, ulama, dan santri,” tegasnya.
Kekuatan santri yang juga pemuda itu, menurutnya, adalah kekayaan bersama bangsa bagi seluruh dunia. Baginya, wajah anak muda adalah wajah masa lalu, masa kini dan masa depan kita. Tidak ada segmen dalam masyarakat yang dapat menandingi kekuatan, idealisme, semangat dan keberanian kaum muda.
Semi Final LBKK Jatim ini dimenangkan Alfoun Fajar Mubarak, santri Pondok Pesantren Raudhatul Muta’allimin al Aziziyah 1 Bangkalan.
Menurut Ketua Panitia Muhammad Aziz, Alfoun mengalahkan 15 peserta yang merupakan pemenang LBKK dari masing-masing 5 zona di Jawa Timur.
Ia menjelaskan, zona A berasal dari Probolinggo, Situbindo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Zona B dari Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Blitar, dan Kediri. Zona C berasal dari Jombang, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Pacitan, Tulungagung, Trenggalek.
Sementara Zona D berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Zona E dari Bangkalan, Sampang Pamekasan, dan Sumenep.{}









