BANYUWANGI- Money politics atau politik uang seolah-olah tidak bisa dipisahkan dari aktivitas politik. Padahal politik itu seharusnya menguatkan dan memberdayakan masyarakat.
Menurut Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan, politik uang itu justru melemahkan masyarakat. Karena masyarakat dikondisikan dalam posisi yang lemah.
“Rakyat diberi uang untuk memilih tanpa tahu siapa dan apa visi yang dipilih. Ini melemahkan, bukan menguatkan masyarakat,” ujar Irwan di depan pengurus DPC dan DPRa di kecamatan Songgon Banyuwangi, Sabtu 15 Oktober 2022.
Karenanya, di depan pengurus DPC dan DPRa PKS, pria 46 tahun itu meminta agar pengurus PKS melakukan politik pemberdayaan.
“Politik pemberdayaan ini menguatkan masyarakat, masyarakat dilatih dan dikuatkan hingga berdaya dan sejahtera. PKS harus melakukan itu untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa PKS mempunyai banyak program pemberdayaan rakyat. Salah satunya melalui bidang tani dan nelayan.
“Ada sekolah tani, ternak dan nelayan. Kita latih bagaimana petani, peternak dan nelayan dapat penghasilan lebih banyak dan menekan biaya produksi, dengan cara modern. Sehingga mereka bisa lebih sejahtera,” katanya.
Ia juga menjelaskan ada Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) yang mempunyai program Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
“RKI Jatim punya sekitar 800 konselor keluarga yang tersebar merata di seluruh kabupaten kota. Tugasnya mendampingi keluarga-keluarga agar lebih kuat dan berdaya,” kata Irwan.
Irwan melanjutkan, ada juga Bidang Pemberdayaan Jaringan Ekonomi (BPJE) yang khusus membina para pengusaha muda agar bisa terus mengembangkan usahanya.
Berbagai bidang pemberdayaan masyarakat inilah yang menurut Irwan bisa menguatkan dan memberdayakan masyarakat.
“Politik pemberdayaan dari PKS ini bisa jadi senjata untuk melawan politik uang di masyarakat,” katanya di depan para pengurus PKS tingkat kecamatan dan desa.
Ia menyampaikan bahwa hal ini dilakukan PKS dalam rangka untuk mewujudkan visi menjadi partai Islam rahmatal lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI.
“Kita harus berikan yang terbaik untuk masyarakat dan negeri tercinta Indonesia. Masyarakat makin susah, ekonomi belum pulih, sementara harga BBM naik,” pungkasnya.
{}









