Di saat pemberitaan media arus utama dan media sosial mulai meredup, Tim Komunikasi dan Digital (Komdigi) DPW PKS Jawa Timur akan berupaya terus mengabarkan kondisi korban bencana di Aceh Tamiang tetap tersampaikan kepada publik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keberangkatan Prapto Hari Cahyono, tim Komdigi PKS Jatim, yang turut bergabung bersama Relawan Kemanusiaan PKS Jatim menuju Aceh Tamiang, Rabu (7/1/2026).
Prapto menegaskan kehadirannya bukan semata untuk meliput aktivitas relawan PKS, tetapi lebih jauh untuk menyuarakan kondisi riil masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih membutuhkan bantuan serius.
Menurutnya, salah satu tantangan pascabencana adalah menurunnya atensi publik, padahal proses pemulihan warga berjalan masih panjang.
“Biasanya, setelah beberapa pekan, pemberitaan mulai sepi. Padahal di lapangan, kondisi warga belum sepenuhnya pulih. Banyak kebutuhan dasar yang masih mendesak, mulai dari air bersih, sanitasi, hingga pemulihan rumah dan fasilitas umum,” ujar Prapto sebelum keberangkatan.
Berdasarkan hasil asesmen awal relawan PKS, salah satu persoalan krusial di Aceh Tamiang adalah rusaknya sumber air bersih. Banyak sumur warga tertutup lumpur sehingga tidak dapat digunakan, termasuk fasilitas MCK. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak segera ditangani.
Prapto menjelaskan, tim relawan PKS Jatim yang diterjunkan terdiri dari personel dengan keahlian khusus, seperti pertukangan, perbengkelan, tenaga medis, hingga relawan logistik. Mereka bekerja secara bergiliran selama enam bulan ke depan agar proses pemulihan dapat berjalan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat sesaat.
Dalam perannya sebagai bagian dari Komdigi, Prapto juga akan melaporkan secara berkala perkembangan kondisi di lapangan kepada masyarakat luas. Informasi tersebut diharapkan dapat menjaga kepedulian publik sekaligus mengajak berbagai pihak untuk terus terlibat membantu korban bencana.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Aceh Tamiang masih membutuhkan uluran tangan. Jangan sampai karena media sudah jarang memberitakan, kita mengira persoalan di sana sudah selesai,” tegasnya.
DPW PKS Jawa Timur sendiri berkomitmen untuk terus mendampingi proses pemulihan Aceh Tamiang, baik melalui pengiriman relawan, bantuan logistik, maupun penyampaian informasi yang jujur dan berimbang kepada publik. Kehadiran Komdigi di lapangan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga suara korban agar tetap terdengar, hingga mereka benar-benar bangkit dari dampak bencana.{}









