DPW PKS Jawa Timur melalui Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Koperasi (Boemkraf) kembali menggelar Pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk Generasi Z sesi ketiga sekaligus sesi pamungkas, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPW PKS Jawa Timur tersebut menjadi penutup dari rangkaian pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan secara daring.
Ketua Panitia, Arinafida Fahrozi, mengungkapkan antusiasme peserta yang tinggi sejak awal pelaksanaan program. Menurutnya, lebih dari 600 anak muda dari berbagai daerah di Jawa Timur telah mengikuti rangkaian pelatihan AI yang digelar selama beberapa bulan terakhir.
“Hari ini adalah sesi pamungkas setelah dua sesi sebelumnya dilaksanakan secara online, kali ini digelar secara hybrid. Semoga teman-teman bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Coach Trilian Arianto karena AI saat ini tidak hanya untuk membuat konten, tetapi juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi, coding, hingga mengembangkan bisnis,” ujarnya saat membuka acara.
Fahrozi menilai penguasaan AI menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia mencontohkan bagaimana AI mampu meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan.
“Saya pernah berdiskusi dengan seorang praktisi IT. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan lima orang programmer selama satu bulan, kini bisa diselesaikan oleh satu orang hanya dalam waktu satu minggu dengan bantuan AI. Ini menunjukkan betapa besar dampak teknologi ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan program pelatihan tersebut. Ke depan, Boemkraf PKS Jawa Timur berencana menghadirkan berbagai pelatihan lanjutan yang relevan dengan kebutuhan anak muda, seperti digital marketing, TikTok marketing, dan pengembangan usaha berbasis teknologi.
Sementara itu, pemateri utama, Coach Trilian Arianto, menegaskan bahwa AI telah menjadi bagian penting dari transformasi dunia kerja dan bisnis global. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri agar tidak tertinggal dalam kompetisi yang semakin berbasis teknologi.
“Ini adalah dunianya anak-anak muda. Karena itu saya berharap teman-teman terus meng-upgrade kemampuan, keterampilan, dan wawasan tentang teknologi terbaru seperti AI. Jangan sampai kita terlambat mengadopsinya,” ujar Trilian.
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga level penguasaan AI, yakni AI User, AI Builder, dan AI Developer. Menurutnya, sebagian besar masyarakat masih berada pada level pengguna, padahal peluang terbesar justru terbuka bagi mereka yang mampu membangun sistem dan solusi berbasis AI.
“AI bukan hanya alat untuk membuat konten. AI bisa membantu otomatisasi pekerjaan, mempercepat proses bisnis, mengurangi biaya operasional, bahkan menciptakan produk dan layanan baru,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mempraktikkan langsung penggunaan AI untuk membangun ide bisnis dari nol, mulai dari riset pasar, menentukan target konsumen, menyusun strategi merek, hingga membuat proposal bisnis secara lebih cepat dan efektif.
Trilian juga mengingatkan bahwa perkembangan AI telah mengubah banyak sektor industri. Ia mencontohkan bagaimana teknologi AI dan robotika mulai digunakan secara luas di berbagai negara untuk mendukung produktivitas perusahaan dan layanan publik.
“Di satu sisi AI memang akan mengubah banyak pekerjaan, tetapi di sisi lain AI juga membuka peluang baru yang sangat besar. Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana kita menjadi bagian dari perubahan tersebut, bukan menjadi pihak yang tertinggal,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, PKS Jawa Timur berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang usaha baru berbasis kecerdasan buatan untuk menghadapi tantangan masa depan.{}









