Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengunjungi Kantor DPD PKS Kabupaten Situbondo, Ahad (25/1/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda DPW PKS Jatim untuk menyambangi seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dalam rangka koordinasi, evaluasi, dan penguatan struktur partai.
Dalam arahannya di hadapan pengurus DPD PKS Situbondo, Bagus menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum untuk mengevaluasi berbagai aspek penting, terutama peningkatan kualitas kader, proses kaderisasi, serta pelayanan publik yang dijalankan oleh struktur PKS.
“Kita ini pertama-tama adalah kader dakwah. Jabatan di struktur hanyalah tugas tambahan. Mau di struktur atau tidak, dakwah dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” ujar Bagus.

Bagus menyampaikan apresiasi atas kerja kader PKS Situbondo yang dinilainya tetap solid di tengah berbagai tantangan. Ia mengingatkan agar kader tidak menjadikan jabatan sebagai orientasi utama, melainkan sebagai sarana memperkuat pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga berbagi pengalaman saat mengunjungi wilayah terdampak bencana di Aceh dan beberapa daerah lain. Ia mengajak kader Situbondo untuk bersyukur atas kondisi yang relatif aman, sekaligus menumbuhkan empati dan semangat solidaritas terhadap daerah lain yang sedang diuji.
“Kita harus bersyukur. Banyak kader kita di daerah lain yang kondisinya jauh lebih berat. Tapi di situlah nilai perjuangan dan pengabdian itu diuji,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bagus menekankan pentingnya kaderisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan regenerasi dan dominasi pemilih Generasi Z pada Pemilu 2029 mendatang.
“Sekitar 60-70 persen pemilih di 2029 adalah Gen Z dan milenial. Cara kita berdakwah, membina, dan melayani harus menyesuaikan zamannya. Kalau kita tidak masuk ke ruang digital, kerja-kerja kita bisa dianggap tidak ada,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan sistem data, manajemen organisasi, serta optimalisasi teknologi informasi di seluruh struktur PKS agar kaderisasi dan pelayanan publik berjalan lebih terukur dan efektif.
Selain itu, Bagus menyinggung pentingnya kesiapan saksi, pemetaan daerah pemilihan, serta penguatan struktur hingga tingkat bawah sebagai bagian dari pembelajaran politik ke depan. Namun ia menegaskan bahwa semua ikhtiar tersebut harus tetap dilandasi niat yang lurus dan orientasi amal.
“Kita berikhtiar, menyusun strategi, tapi hasil tetap kita serahkan kepada Allah. Tugas kita adalah bekerja sebaik mungkin, melayani dengan sungguh-sungguh, dan menjaga keikhlasan,” katanya.
Kunjungan ke Situbondo ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi DPW PKS Jawa Timur untuk memastikan seluruh struktur siap menghadapi tantangan ke depan, sekaligus memperkuat peran PKS sebagai partai yang hadir melayani dan membersamai masyarakat.{}









