DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur melakukan kunjungan balasan ke kediaman Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Jumat (9/5/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan dan komunikasi antarlembaga.
Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari silaturahim perwakilan Konsulat Jenderal Tiongkok ke Kantor DPW PKS Jawa Timur pada 30 April 2026 lalu.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan rombongan PKS Jatim disambut langsung oleh Konsul Jenderal Tiongkok di rumah dinasnya di kawasan Pakis, Surabaya.
“Alhamdulillah, kemarin kita diundang untuk kunjungan balasan dalam bentuk makan malam bersama. Sambutannya sangat baik dan hangat. Banyak hal yang dibicarakan secara santai namun penuh makna,” ujar Bagus.
Dalam pertemuan tersebut, Bagus hadir bersama sejumlah pengurus inti DPW PKS Jatim, di antaranya Sekretaris DPW, Muhamad Syadid, Ketua Bidang Kaderisasi, Ahmad Junaidi, Wakil Sekretaris, Bustanul Arifin, Bendahara, Nonot Suhartono, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo, serta unsur Komunikasi Digital.
Menurut Bagus, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut adalah pandangan pihak Konsulat Tiongkok terhadap PKS sebagai partai yang dinilai memiliki sikap toleransi tinggi dan kepedulian sosial yang kuat.
“Mereka menyampaikan bahwa PKS dipandang sebagai partai yang toleran. Saya jelaskan bahwa meskipun PKS berbasis massa Islam, tetapi kami terbuka dan menghargai keberagaman,” katanya.
Bagus mencontohkan, di sejumlah daerah seperti Bali dan Papua, PKS juga memiliki kader dan anggota legislatif dari kalangan non-Muslim.
“Di Papua Pegunungan misalnya, anggota dewan dari PKS mayoritas non-Muslim. Kami juga membantu masyarakat tanpa melihat latar belakang agama maupun suku. Itu bentuk toleransi yang kami bangun,” ujarnya.

PKS juga dinilai punya kepedulian sosial tinggi karena program-program penanggulangan bencana yang sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.
Selain membahas hubungan sosial dan kebangsaan, pertemuan tersebut juga membicarakan peluang kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Bagus mengungkapkan, pihak Konsulat Tiongkok menjelaskan berbagai peluang pendidikan mulai jenjang S1 hingga S3 di Tiongkok melalui program beasiswa.
“Mereka menjelaskan bahwa banyak universitas di Tiongkok membuka jurusan Bahasa Indonesia. Bahkan salah satu staf konsulat sangat fasih berbahasa Indonesia karena memang lulusan jurusan Bahasa Indonesia di Beijing,” tuturnya.
Tidak hanya itu, PKS Jatim juga mendapatkan tawaran untuk melakukan kunjungan langsung ke Tiongkok guna melihat perkembangan teknologi, pendidikan, hingga sistem transportasi modern di negara tersebut.
“Mereka menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan literasi di Tiongkok berkembang sangat pesat. Ini tentu menjadi pengalaman dan pengetahuan yang baik untuk dipelajari,” kata Bagus.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi yang positif antara PKS Jatim dan Konsulat Tiongkok di Surabaya.
“Harapannya silaturahim ini bisa berlanjut dengan kerja sama yang lebih konkret dan memberi manfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.{}









