Sebanyak 950 kader perempuan PKS Jawa Timur hadir dalam Latihan Perempuan Siaga (Latansa) 2, Ahad (13/9/2026). Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kekompakan, loyalitas, kebugaran, serta kesiapan kader perempuan dalam menjalankan berbagai peran di keluarga maupun masyarakat.
Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana menyebut tingginya antusiasme peserta sebagai gambaran kekuatan dan soliditas kader perempuan PKS Jatim. Bahkan, ia melontarkan guyonan dengan menyebut para peserta Latansa sebagai “ras terkuat” di PKS Jawa Timur.
“Ini ras terkuat di PKS Jawa Timur. Kalau ibu-ibu sudah berkumpul, semuanya lewat,” ujar Bagus sambil tertawa.
Menurut Bagus, kekuatan tersebut bukan semata-mata karena jumlah peserta yang mencapai 950 orang. Lebih dari itu, terdapat semangat untuk berkumpul, belajar, menjaga kebugaran, dan memperkuat ikatan antarkader dari berbagai daerah.

Peserta Latansa 2 datang dari berbagai penjuru Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, Pacitan, Sumenep hingga Ngawi. Bagi Bagus, kesediaan menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan bersama menunjukkan adanya loyalitas dan kecintaan terhadap organisasi.
“Yang datang dari jauh itu menunjukkan bahwa kita punya semangat dan loyalitas. Jarak bukan menjadi halangan untuk bertemu dan memperkuat kebersamaan,” katanya.
Dalam kegiatan Latansa 2, berbagai materi dan aktivitas juga diarahkan untuk menguatkan fisik dan kebugaran sekaligus membangun budaya hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan tersebut dinilai penting agar kader memiliki kondisi fisik dan mental yang baik dalam menjalankan aktivitasnya.
Bagus menilai peran perempuan sangat penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. Perempuan tidak hanya memiliki peran besar dalam keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Karena itu, kapasitas, kesehatan, ketangguhan, serta kekompakan kader perempuan perlu terus diperkuat.
“Perempuan punya peran yang sangat penting. Karena itu, kita ingin kader-kader perempuan tidak hanya solid, tetapi juga sehat, kuat, dan siap mengambil peran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Latansa menjadi salah satu bentuk pembinaan kader perempuan PKS yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, kader tidak hanya mendapatkan penguatan fisik dan kebugaran, tetapi juga membangun komunikasi, ukhuwah, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan lintas daerah.
Bagus menegaskan bahwa loyalitas merupakan salah satu modal penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Menurutnya, jabatan dalam organisasi memiliki masa dan tanggung jawab yang berbeda, sedangkan komitmen untuk terus berkontribusi harus dijaga dalam jangka panjang.
Di hadapan peserta, Bagus kemudian mengajak seluruh kader perempuan meneruskan semangat Latansa dalam keseharian dengan satu semangat yang menjadi karakter PKS Jawa Timur.
“PKS Jawa Timur!” seru Bagus.
“Siaga, Berani, Setia!” jawab 950 peserta secara serentak.
Bagus berharap semangat tersebut tidak berhenti ketika Latansa 2 selesai. Kekompakan, loyalitas, kebugaran, dan kesiapan untuk mengambil peran di masyarakat diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dibawa oleh para kader perempuan PKS Jawa Timur.{}









