Anggota DPR RI dari PKS, Meitri Citra Wardani, mengaku merinding melihat semangat 950 peserta Latihan Perempuan Siaga (Latansa) 2 PKS Jawa Timur, Ahad (13/9/2026). Ia menilai antusiasme para kader perempuan yang hadir dari berbagai daerah menunjukkan kekompakan dan energi luar biasa.
“Saya merinding melihat semangatnya. Kakak-kakak semua hebat. Saya sangat senang, terharu, sekaligus merasa terhormat bisa hadir di tengah-tengah perempuan hebat di sini,” ujar Meitri di hadapan peserta.
Meitri mengatakan, sejak bergabung dengan PKS, salah satu keinginannya adalah dapat mengikuti Latansa. Karena itu, kehadirannya dalam Latansa 2 kali ini menjadi pengalaman yang dinantikannya. Ia bahkan berharap dapat mengikuti Latansa pada pelaksanaan berikutnya.
Menurut Meitri, kegiatan seperti Latansa memiliki arti penting bagi perempuan karena tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga mendorong perempuan untuk terus menjaga kesehatan, semangat, dan kapasitas diri.
Ia kemudian menyampaikan konsep tiga “C” yang menurutnya penting dimiliki perempuan, yakni cantik, cerdas, dan cendekia. Cantik, kata Meitri, bukan sekadar rupa, tetapi juga hati dan semangat. Sementara kecerdasan diperlukan karena perempuan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi masa depan.
“Perempuan harus cantik hatinya, cantik rupanya, dan cantik semangatnya. Boleh usia sudah di atas 50 tahun, tetapi semangatnya harus tetap seperti usia 16 tahun,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.
Meitri menambahkan, perempuan juga harus terus mengembangkan kecerdasan dan keluasan wawasan. Menurutnya, peran perempuan tidak hanya penting dalam keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat.
Sebagai anggota DPR RI, Meitri juga menegaskan komitmennya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya kebutuhan dan kepentingan perempuan. Ia menyebut perjuangan tersebut menjadi bagian dari perannya sebagai wakil rakyat bersama jajaran aleg perempuan Fraksi PKS DPR RI.
Di akhir sambutannya, Meitri mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas. Ia menilai semangat yang terlihat dalam Latansa 2 harus terus dibawa setelah kegiatan berakhir.
“Walaupun umur boleh tua, semangat tidak boleh tua. Tetap semangat dan tetap solid menjaga kekompakan,” pungkasnya.{}









