SURABAYA (Suarakawan.com) – Rencana peningkatan kondisi Jalan di Jawa Timur menjadi lebih baik oleh DPRD Jatim nampaknya bakal sulit terwujud, pasalnya saat ini RAPBD tahun 2014 alokasi anggaran untuk Dinas PU Bina Marga mengalami penurunan sekitar Rp176 miliar, dari sebelumnya Rp585 miliar (2013) kini hanya sekita Rp409 miliar (2014). Anggota Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan mengaku sangat prihatin dengan dikeprasnya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan pada RAPBD 2014. Padahal setiap tahunnya kualitas jalan di Jatim menurun dikarenakan kapasitas jalan tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang tiap tahun mengalami peningkatan. Seharusnya alokasi anggaran 2014 paling tidak ada peningkatan atau sama dengan 2013. Sementara di Mataram (NTB) alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan sebesar 6
persen dari total APBD sebesar Rp2,3 triliun. “Bayangkan dengan APBD sebesar Rp2,3
triliun mereka mampu mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur sebesar 6 persen, sementara di Jatim hanya sekitar 3 sampai 4 persen dari total APBD Jatim sebesar Rp15,4 triliun. Karena itu komisi D akan minta tambahan untuk pembangunan infrastruktur jalan dalam pembahasan ditingkat Banggar untuk RAPBD 2014,”tambahnya politisi asal PKS Jatim ini, Rabu (9/10).
Sementara itu, Kadis PU Bina Marga, Dachlan mengakui jika dalam RAPBD 2014 alokasi
anggaran untuk infrastruktur jalan mengalami penurunan. Karenanya pihaknya harus mampu membuat prioritas jalan mana saja yang perlu direkontruksi, ditambal hingga dilakukan perbaikan total.. Disisi lain pihaknya membuat study untuk pembuatan jalan baru diantaranya Malang-Batu lewat Purworejo, Rejoso-Ngawi yang akan diajukan
ke dewan.. “Memang anggaran yang diterima di Dinas Bina Marga untuk tahun 2014 mengalami penurunan. Karenanya kita harus pandai-pandai memilah-milah mana yang paling prioritas. Untuk sementara kami membuat study untuk membuat jalan baru. Selain
murah dan mudah dilakukan. Mengingat anggaran yang ada sangat minim dan kita tetap perlu dukungan dewan,”paparnya Ditambahkannya, untuk pembuatan jalan baru diharapkan terealisasi pada 2014 ini. Yang pasti jangan sampai masyarakat Jatim terganggu saat melakukan perjalanan akibat kondisi infrastruktur jalan sangat jelek karena berlubang dan kondisinya turun akibat kualitas tanah yang ada mengalami penurunan akibat usia. Disisi lain pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah pusat, mengingat kebutuhan anggaran untuk pembuatan jalan baru lumayan besar. “Memang kita sangat butuh dana lumayan besar meski tidak sebesar untuk perluasan jalan yang sudah ada yang perlu pembebasan lahan. Untuk semua ini perlu dukungan khususnya dari dewan. Karenanya kami akan melakukan study untuk mendukung pembuatan jalan baru ini,”ujarnya. (aca/era)









