Sebanyak 20 orang yang mengaku dari Aliansi Santri Jawa Timur, berunjuk rasa di Kantor DPW PKS Jatim, Kamis, 3/7/2014.
Mereka menyampaikan aspirasi berkaitan dengan twit Fahri Hamzah, yang dihubungkan dengan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri. Demonstran menganggap twit Fahri melecehkan santri.
Zainuddin, santri yang mengaku asal Madura, menuntut Fahri Hamzah meminta maaf kepada para santri. “PKS juga harus memberikan sanksi tegas kepada Fahri, ” ujar Salamul Huda, peserta aksi yang lain.
Aksi singkat ini diterima oleh Kabid Humas PKS Jatim, Gus Shiddiq Baihaqi. “Atas nama PKS saya menerima asipirasi teman-teman dan akan menyampaikannya ke DPP, ” kata Baihaqi yang juga santri alumni Pesantren Al Qur’an An Nawawi, Mojokerto ini.

“Menurut kami, tidak ada niat sedikitpun dari Saudara kita Fahri Hamzah untuk merendahkan santri. Ini hanya kesalahpahaman. Wong PKS ini juga Partai Kyai Santri. Jadi ini kami anggap ini santri silaturahim ke santri, ” ungkapnya.
Lebih lanjut, Baihaqi juga mengatakan, “Saya yakin, jika memegang teguh tradisi santri yang egaliter dan semangat Aswaja yang toleran, kesalahpahaman ini akan bisa diselesaikan”.
Setelah berdialog, PKS menawari para demonstran untuk buka puasa bersama di kantor DPW PKS Jatim. Karena mereka menolak, akhirnya PKS memberi oleh-oleh kurma. “Ini bulan puasa. Beda aspirasi boleh. Tapi seduluran harus dijaga, ” pungkas Baihaqi. (*)









