
Surabaya – Badan legislasi atau lebih sering di sebut Banleg DPRD Jatim akan optimalkan perannya dalam memproduksi peraturan daerah. Hal ini disampaikan Irwan Setiawan, Wakil Ketua Banleg dari Fraksi PKS. Dalam rapat awal kemarin menurut Irwan semua anggota hadir dan semangat dalam menyelesaikan berbagai rancangan perda. Sejauh ini peran baleg memang tidak sekencang gaungnya dibanding alat kelengkapan DPRD yang lain, namun demikian Irwan Setiawan menjamin bahwa Banleg periode ini akan lebih sungguh –sungguh melaksanakan perannya.
” Kita akan optimalkan peran kita, tidak hanya sekedar menjadi alat pelengkap saja tapi juga mempunyai posisi yang penting seperti badan atau komisi di lingkungan DPRD Jatim ” lanjut Politisi yang ramah ini
Rencananya dalam waktu dekat banleg akan melakukan inventarisasi agenda, termasuk mengevaluasi beberapa raperda yang tertunda yang di ajukan oleh pihak DPRD. Setidaknya ada 2 raperda usulan DPRD Jatim yang diharapkan bisa di tuntaskan di tahun 2014 ini.
” Ada 2 usulan raperda dari legislatif yang kita harapkan bisa diparipurnakan sebelum tahun depan. Kita akan konsultasikan dengan pimpinan apakah bisa di tuntaskan tahun ini atau tahun depan ” lanjut Irwan Setiawan yang juga duduk sebagai anggota Komisi c.
Sementara usulan raperda dari eksekutif yang tertunda diharapkan juga bisa segera dituntaskan karena memang penting yaitu tentang lingkungan dan bantuan hukum. Semua usulan raperda tersebut juga sudah dituangkan dalam agenda Prolegda yang diharapkan bisa disahkan sebelum tanggal 10 November mendatang.
” Nantinya baik usulan raperda yang baru maupun yang lama akan kita sajikan dalam Prolegda. Sudah kita bicarakan dengan koordinator Banleg yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim Kusnadi, kita tunggu saja ” tukas Irwan Setiawan yang merupakan incumbent di DPRD Jatim.
Terkait dengan target perda yang bisa dibuat, Irwan menilai bahwa bukan masalah kwantitas yang harus di kejar tapi lebih pada sisi kwalitas dan manfaat bagi masyarakat. Periode sebelumnya Banleg DPRD Jatim bisa menuntaskan 75 perda, meningkat jika dibanding periode sebelumnya yang mencapai 74 perda. [jatimonnews.com]









