• Tentang PKS Jatim
  • Pendaftaran Anggota
  • Kontak & Alamat
  • Media Sosial Resmi PKS Jawa Timur
PKS Jawa Timur
  • Narasi Aksi
  • Kabar Nasional
  • Kabar Jatim
  • Kabar Daerah
  • Blog
  • Info dan Program
    • Website DPP PKS
    • Sejarah PKS
    • Visi dan Misi
    • Susunan Pengurus
    • Pusat Khidmat
    • Rumah Keluarga Indonesia
    • Kepanduan & Olahraga
    • PKSMuda
      • Chapter PKSMuda
      • Gema Keadilan
      • Garuda Keadilan
    • Komunitas Kreatif
    • Pendaftaran Anggota
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Tugas dan Fungsi PPID
    • Regulasi PPID
    • Struktur PPID Partai Keadilan Sejahtera
    • Form Permohonan Informasi Publik PKS
    • Daftar Informasi Publik Partai Keadilan Sejahtera
No Result
View All Result
DPW PKS Jatim
No Result
View All Result
Home Kabar Nasional

REVOLUSI MENTAL IBU INDONESIA

23 Desember 2015
in Kabar Nasional
0
REVOLUSI MENTAL IBU INDONESIA
Share on FacebookShare on Twitter

Tiba kembali tanggal 22 Desember momen penting yang tentu bukan sekedar mengajak kita masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Ibu dengan berbagai lomba dan aksi yang meriah, namun yang lebih mendasar adalah pada tanggal ini menjadi saat dimana kita kembali memaknai peran strategis Ibu Indonesia kemudian terus memberikan apresiasi dan dukungan nyata atas jasa dan peran mulia mereka dalam melahirkan, mendidik dan membersamai tunas bangsayang tanpa menghiraukan letih tak ada kata bosan agar pada saatnya mereka layak dan mampu menjadi pelanjut estafet perjuangan bangsa dan ummat.

Sejalan dengan semangat Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Jokowi, maka Revolusi Mental bagi Ibu Indonesia sungguh menjadi keniscayaan terlebih di era digital, masa dimana dunia seakan tanpa sekat tanpa batas. Sudah barang tentu semangat Revolusi Mental yang kita maksud bukanlah menjadikan  para Ibu Indonesia sekedar menjadi konsumen dan penikmat cybermedia, tapi bagaimana kaum Ibu bersama kaum Ayah menjadi satu tim yang merespon secara positif kemajuan zaman dalam rangka membekali dan membersamai para buah hati untuk memanfatkan teknologi sebagai sarana komunikasi, pendidikan, penanaman dan pengokohan nilai-nilai Agama juga nilai luhur bangsa Indonesia yang religius, jujur, peduli, bertanggungjawab, menjaga kehormatan diri, keluarga dan masyarakat juga berbagai kemanfaatan lain yang bisa diambil melalui cybermedia ini.

Pengguna internet di kota-kota besar Indonesia pada tahun 2011 berdasarkan hasil riset yang dirilis oleh Marketeers berada dikisaran 40%-45%. Riset ini meliputi Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Denpasar dan Makassar. Riset ini membandingkan pengguna pada tahun 2010, dimana terjadi peningkatan 13 juta pengguna di tahun 2011, dengan mayoritas pengguna usia 15-30 tahun.

Sedangkan pada tahun 2014 Emarketer melaporkan pengguna internet di Indonesia telah mencapai 83,7 juta orang

Diakui atau tidak, disadari atau tidak berbagai efek negatif era digital yang muncul dan dialami anak-anak bangsa, adalah karena lemahnya respon .positif juga rendahnya kepedulian  ibu dan orang tua pada umumnya di masa kemajuan teknologi ini. Sehingga anak-anak cenderung sebagai penikmat residu/sampah kemajuan teknologi.

Hubungan yang hambar antar Ibu/orang tua dan anak, komunikasi yang kaku, semakin minimnya waktu berkualitas dalam keluarga sampai terjadinya berbagai kasus dekadensi moral dikalangan generasi muda Indonesia bahkan di usia dini bukan lagi sekedar ancaman, namun sudah menjadi realitas di tengah keluarga Indonesia. Anak menjadi lebih percaya dan akhirnya tertipu orang yang baru dikenal di media sosial, semakin tumpul kepedulian terhadap sekitar, interaksi yang menyimpang antar lawan jenis bahkan sesama jenis, terwarnainya anak dengan prilaku keras dan kasar akibat games yang menjadi “refreshing” dikala penat dari kesibukan dan beban belajar adalah hasil yang dialami dan akan semakin menjadi ketika tidak tumbuh kesadaran Ibu/orang tua untuk segera merubah pola asuh dan pola didik juga memperbaiki kualitas kebersamaan terhadap para natizen, yang sejatinya adalah harapan bangsa di masa yang akan datang.

Beberapa data yang disampaikan KPAI, sejak 2011 jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online meningkat, hingga akumulasi di tahun 2014 adalah 1022 kasus. Anak yang menjadi korban pornografi secara offline jumlahnya 28%, objek tontonan porno 15 persen dan anak korban kekerasan seksual online sebanyak 11%. Sementara disinyalir 24% anak memiliki materi pornografi.

Menurut data Ropelato pada tahun 2011, menujukkan anka 90% anak-anak menikmati konten pornografi dari internet, sejak berusia 11 tahun dan sebagianbesar mengaksesnya saat mengerjakan tugas komputer di sekolah.

Tanpa menafikan berbagai efek positif karena kemajuan teknologi, berbagai kemudahan ditawarkan internet kepada keluarga kita. Informasi untuk ibu dari resep makanan hingga masalah kesehatan pada setiap jenjang usia, sampai tips menjaga keutuhan keluarga, kiat sukses berbisnis akan sangat mudah didapatkan para ibu juga siapa saja. Demikian pula segala info bahan belajar anak, inspirasi pengembangan ketrampilan dan ide-ide kreatif, sebagai sarana pertemanan (peer group), kemudahan mengakses segala jenis bahan bacaan dan tontonan tumpah ruah di cyber media kita. Tak pelak berbagai tawaran (dan godaan) internet yang telah masuk ke bilik-bilik keluarga secara perlahan tapi pasti merubah penyikapan dan prilakuindividu dan sosial dalam keluarga yang akan berpengaruh pula ketika mereka berada di luar rumah. Disinilah kemudian menjadi sangat penting bagi Ibu khususnya sebagai garda terdepan penjaga moral anak bangsa untuk melakukan perubahan strategi dalam pola asuh, pola didik, pola kebersamaan, pola komunikasi dalam keluarga, terkhusus kepada para buah hati tercinta. Dengan memperbanyak tambahan ilmu dan menimba pengalaman tentang bagaimana membersamai anak di era digital, tidak segan untuk belajar dan meingkatkan ketrampilan pemanfaatan teknologi agar Ibu memiliki kemampuan dalam mendampingi anak di dunia nyata juga ketika berselancar di dunia maya. Semuanya sebagai ikhtiar unt mengurangi, menghambat,bahkan sampai mengikis habis efek negatif bagi anak yang hidup di era digital.

Sungguh tantangan di era kemajuan teknologi  merupakan beban berat bagi para Ibu dalam menjalankan peran besarnya untuk mendidik dan menyiapkan generasi pempimpin di masa yang akan datang. Apresiasi, empati dan dukungan ayah, masyarakat, juga negara menjadi bagian penting untuk terlaksananya tugas dan peran Ibu Indonesia.

Melalui kementrian ataupun dinas terkait, pemerintah berkewajiban memastikan hadirnya berbagai kebijakan, aturan sampai dengan ancaman hukuman yang berhubungan dengan penyalahgunaan internet yang mengancam moral dan kepribadian anak bangsa. Sebagai contohdi Thailand ada denda 20juta bagi para orangtua yang lalai dalam melakukan pengawasan saat anaknya bermain gadget. Membuat strategi menghambat situs-situs pornografi, pornoaksi, kekerasan, tindak kriminal dan lain-lain adalah juga menjadi bagian pemerintah dalam menyokong pelaksanan peran Ibu dalam keluarga. Bekerjasama pihak terkait yang peduli melakukan sosialisasi  yang terus menerus tentang efek negatif internet ditambah dengan bimbingan/edukasi bagi para ibu melalui forum –forum PKK, Majlis-majlis Taklim adalah dukungan nyata bagi para Ibu.

Memperbanyak pelatihan pemanfaatan internet baik untuk kaum Ibu, karang taruna, Remaja Masjid juga berbagai forum remaja/pemuda yang ada di masyarakat, bahkan di sekolah-sekolah tingkat SD, SMP, SMU secara proprsional menjadi kebutuhan yang tak tehindarkan saat ini.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu komponen bangsa memiliki kepedulian yang tinggi bagi para Ibu dalam menjalankan perannya menyiapkan generasi pemimpin di masa depan, selama lebih dari 15 tahun menghadirkan Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Pos Wanita Keadilan (PWK), Pos Ekonomi Keluarga (POS Eka) dengan program-program pembinaan dan pendampingan, konseling, advokasi bagi Ibu, Anak dan Keluarga. Diharapkan dengan program-program yang ada menjadi satu kontribusi nyata PKS dalam mendukung semangat Revolus Mental yang telah dicanangkan secara Nasional…

in sya’a Allah menuju Indonesia yang lebih baik.

 

 

*Ketua Deputy Kajian Perempuan,Anak dan Keluarga

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga(BPKK)

DPW PKS Jawa Timur

*Dimuat dalam OPINI di Harian Radar Surabaya, 22 Desember 2015, dengan beberapa revisi

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Hari Ibujawa timurPKS Jawa Timur
Previous Post

PKS Hadirkan Jurkam Nasional di Kampanye Huda Noor, Tuban.

Next Post

PKS, Media Harus Dilibatkan Mencari Solusi Perempuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Archive

TERBARU

Dari Pekarangan ke Ketahanan Nasional: Semangat Milad PKS Bangun Kemandirian Pangan

Angka Perceraian Jadi Perhatian, PKS Jatim Silaturahim ke Aisyiyah dan Tokoh Perempuan di Hari Kartini

Presiden PKS Tekankan Meritokrasi dan Kualitas Pemimpin di Tengah Demokrasi Popularitas

Di Bimtekda, Wagub Emil Apresiasi Peran dan Konsistensi PKS

PKS Jatim Gelar Bimtekda, Seluruh Legislator Dikonsolidasikan untuk Penguatan Peran Publik

Gelar Bimtekda, Bagus: Legislator PKS Harus Bersih, Profesional, dan Berjiwa Negarawan

KUNJUNGI JUGA











DPW PKS JAWA TIMUR
Jl. Penjaringan Asri Blok J1 nomor 5 RT.3 RW.6
Kelurahan Penjaringan Sari Kec. Rungkut Kota Surabaya Kodepos 60297 | (031) 87865555
https://goo.gl/maps/E2swa3JPct2RvsBu9

 

Copyright © 2021. Website Resmi PKS Jawa Timur dikelola oleh Humas PKS Jatim.

No Result
View All Result
  • Narasi Aksi
  • Kabar Nasional
  • Kabar Jatim
  • Kabar Daerah
  • Blog
  • Info dan Program
    • Website DPP PKS
    • Sejarah PKS
    • Visi dan Misi
    • Susunan Pengurus
    • Pusat Khidmat
    • Rumah Keluarga Indonesia
    • Kepanduan & Olahraga
    • PKSMuda
      • Chapter PKSMuda
      • Gema Keadilan
      • Garuda Keadilan
    • Komunitas Kreatif
    • Pendaftaran Anggota
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Tugas dan Fungsi PPID
    • Regulasi PPID
    • Struktur PPID Partai Keadilan Sejahtera
    • Form Permohonan Informasi Publik PKS
    • Daftar Informasi Publik Partai Keadilan Sejahtera

Copyright © 2021. Website Resmi PKS Jawa Timur dikelola oleh Humas PKS Jatim.