
Nur Hasan, legislator Partai Keadilan Sejahtera dan Sekretaris Komisi D DPRD Jember, memandang perlunya biaya hidup (living cost) bagi anggota keluarga atau kerabat yang mendampingi pasien miskin selama dirawat di rumah sakit.
“Selama ini pemerintah pusat maupun daerah hanya menyiapkan layanan rumah sakit gratis bagi pasien miskin. Namun keluarga pasien yang menemani di rumah sakit juga butuh biaya sehari-hari. Rata-rata karena alasan tak punya biaya untuk menemani, akhirnya pasien miskin tak dibawa ke rumah sakit atau dipulangkan paksa,” kata Nur Hasan.
Nur Hasan mencontohkan kasus bayi tanpa anus di Jember. Keluarga bayi harus diyakinkan agar mau membawa sang bayi ke rumah sakit untuk disembuhkan. Mereka menolak saat bayi harus dibawa ke RS dr. Soetomo Surabaya dengan alasan tak punya biaya untuk mendampingi.
“Kami akan bicarakan ini di Komisi D dengan Dinas Kesehatan. Perlu ada solusi agar hal seperti ini tak terulang. Kalau melihat banyaknya persoalan seperti ini, sepertinya perlu ada peraturan daerah,” kata Nur Hasan.
dikutip dari beritajatim.com 2 September 2016








