
Peringati Hari Ibu, Hari Kamis, 22 Desember 2016, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Sidoarjo bekerjasama dengan BPDASHL Brantas Sampean membagikan 17.000 bibit pada warga Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi pada seluruh ibu di Kabupaten Sidoarjo. Bibit sengon, mahoni, jambu, dan sirsak ini didistribusikan ke Kecamatan Sidoarjo, Tulangan, Wonoayu, Krian, Tarik, Krembung, Jambon, Prambon, Gedangan, Sukodono, dan Porong.
Program Ibu Pelopor Kebaikan ini diharapkan juga dapat mendesentralisasi kembali peran ibu dalam keluarga, sekaligus mengkampanyekan kembali program peduli lingkungan, karena beberapa tahun terakhir seiring dengan semakin berkembangnya Sidoarjo sebagai kota industri sekaligus penyangga utama Kota Surabaya, ternyata bencana banjir di Sidoarjo semakin meluas.
“Jika satu keluarga menambah satu bibit di rumah secara berkala, maka kemampuan tanah dalam menyerap air akan bertambah, dan harapannya bisa menjadi satu solusi permasalahan banjir yang kerap terjadi. “ jelas Ibu Chanifah, tokoh kader pelopor di bidang pendidikan, sekaligus Ketua BPKK PKS Sidoarjo.
Selain pembagian bibit, setiap sie PKK PKS di semua Kecamatan juga turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi kegiatan Rumah Keluarga Indonesia dan membagikan souvenir perlengkapan dapur secara door to door pada masyarakat. Hal ini dilakukan agar RKI semakin memasyarakat dan program-programnya yang fokus pada ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas ibu sebagai pejuang keluarga semakin mengena dan bisa diterima masyarakat luas.
“Alhamdulillah, RKI semakin dikenal masyarakat, hal ini memantapkan langkah kami untuk lebih banyak berperan positif untuk warga,” jelas Ibu Fitrul Azmi, tokoh masyarakat sekaligus penggerak sie PKK PKS Kecamatan Taman Sidoarjo.
Tidak hanya itu, DPD PKS Sidoarjo juga membuka komunikasi intensif dengan para ibu pelopor, di berbagai bidang, untuk memperkuat perannya dan dapat bersinergi dalam menyelesaikan problematika yang tengah berkembang di masyarakat.
BPKK DPD PKS Sidoarjo berharap melalui Rumah Keluarga Indonesia, peranan ibu sebagai madrasah utama anak, tatanan masyarakat terkecil bernama keluarga bisa semakin optimal. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua DPD PKS Sidoarjo, Anang Ma’ruf, “Dari sekolah formal, generasi memperoleh ilmu dan pengetahuan, tetapi ibu sebagai sekolah kehidupan yang perannya tidak akan dapat tergantikan.”









