SURABAYA, 7 Juli 2011 – Keseriusan pemerintah membangun Jalur Lintas Selatan (JLS) dipertanyakan. Target penyelesaian proyek jalur alternatif ini dianggap semakin tidak jelas. Bahkan ada yang memperkirakan, proyek yang menjadi salah satu proyek pengungkit Jatim ini rampung 60 tahun mendatang. Anggota Komisi D DPRD Jatim Irwan Setiawan menyebut, mangkraknya pembangunan JLS dianggap sebagai pemborosan uang negara.Pembangunan jalan yang dimulai 2002 dan diresmikan Presiden Megawati Sukarno Putri 14 April 2004 ini sudah mengeluarkan banyak biaya.
Saat ini ada beberapa titik jalan yang mulai rusak,sehingga dibutuhkan anggaran tambahan untuk membangunnya kembali. Dia mengatakan, JLS rencananya akan dibangun sepanjang 618,80 kilometer dan juga ada jembatan sepanjang 6.236 meter.Awal pembangunan 2002 lalu anggaran yang diperlukan sekitar Rp7,7 triliun. Adanya beberapa kendala termasuk masalah anggaran pendanaan dan pembebasan lahan membuat pembangunan di beberapa titik mangkrak.
”Dari hasil hearing dengan kabupaten dan kota kemarin, diketahui ada beberapa yang sudah rusak. Seperti di Banyuwangi, ada lahan JLS yang kembali dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk lahan pertanian. Kemudian di Jember pengerjaan jalan di pingir pantai dengan pengerasan pasir saat ini sudah menjadi pasir lagi,”kata politisi dari Partai Keadilan Sejaktera ini. Selain itu ada juga beberapa wilayah yang belum tersentuh, seperti di Pacitan. Menurut Irwan kendala yang paling dominan dalam proyek prestisius ini adalah masalah pembebasan lahan dengan Perhutani.
Beberapa kawasan ada yang belum mendapatkan izin prinsip dari Perhutani,sehingga belum bisa dilakukan pengerjaan. Irwan menekankan para Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Pusat agar lebih intensif membangung komunikasi. ”Sehingga punya skema baru untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.Nah, untuk ini pemerintah harus benar benar memberikan perhatian serius,” tandasnya. Bahkan, lanjut Irwan, melihat kondisi pembangunan JLS seperti saat ini ada beberapa pihak yang mengatakan kalau pembangunan JLS baru selesai sekitar 60 tahun mendatang. Gubernur Jatim Soekarwo sempat mengatakan kalau cukup serius dalam realisasi pembangunan JLS. Gubernur sadar betul, JLS akan membuka pintu perekonomian dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Jatim bagian selatan.
Sebab selama ini ada perbedaan pada tingkat pertumbuhan ekonomi antara kawasan utara dengan selatan. Bahkan dalam hearing dengan Pansus RTRW di DPRD Jatim Senin (5/7) kemarin, Soekarwo menandaskan untuk pembangunan antara Malang hingga Pacitan akan selesai pada 2013 mendatang. Gubernur mengakui memang saat ini masih ada beberapa kendala dalam pembagunan khususnya masalah lahan. lutfi yuhandi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/410905/








