Jakarta, — Ketua DPW PKS Jawa Timur Hami Wahyunianto menyebut kasus dugaan korupsi impor daging sapi yang melibatkan petinggi PKS sebagai berkah dari partainya, sehingga bisa bekerja lebih merakyat (dikenal).
“Ini berkah, akhirnya termediakan. Banyak rakyat yang mendengar dan ingin mencari tahu tentang PKS,” katanya menanggapi dampak persiapan pemilu legislatif dengan dugaan korupsi impor daging sapi yang melibatkan petinggi partai, di Kediri, Jumat (8/3).
Pihaknya mengaku, sebenarnya ada kekhawatiran tentang citra buruk dengan masalah yang menimpa DPP tersebut. Namun, dengan itu, terdapat langkah positif, sehingga PKS bekerja lebih merakyat.
Untuk pemilihan legislatif 2014, Hami menargetkan satu daerah kota/kabupaten mempunyai minimal satu anggota DPRD dari PKS, bahkan diharapkan bisa sampai satu fraksi.
Target itu juga akan direalisasikan pada pemilihan di tingkat provinsi sampai pusat. Saat ini, di provinsi terdapat tujuh kader PKS dan enam di tingkat pusat. Diharapkan, jumlah itu akan bertambah pada pemilu mendatang.
Pihaknya juga sudah meminta pada kader di bawah untuk bekerja dengan maksimal meraih dukungan dan simpati masyarakat. Bukan hanya saat pemilihan Wali Kota atau Bupati, melainkan juga untuk pemilihan legislatif dan Presiden.
“Untuk pemilihan Wali Kota ini sebagai bentuk pemanasan. PKS ini mesin utamanya adalah kader,” ucapnya.
Untuk Pilkada Jatim, Hami mengatakan PKS sudah resmi memberikan dukungan untuk pasangan Soekarwo yang bergandengan dengan Saifullah Yusuf dalam pemilihan mendatang. Hal itu berdasarkan survei internal yang sudah dilakukan oleh timnya.
Sosok Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf) dinilai cocok dengan visi dari PKS, sehingga sejak awal mendukungnya baik maju sebagai calon Gubernur atau calon wakil Gubernur.
Pihaknya belum bisa memastikan lawan dari pasangan Karsa dalam Pilkada Jatim 2013 ini. Dimungkinkan, ada dua lawan yaitu dari PDIP serta dari Khofifah yang dikabarkan juga akan maju dalam pemilihan dengan dukungan PKB dan parpol nonparlemen.
“Kami khawatirkan pasangan yang berani melawan tidak terlalu banyak paling banyak tiga (yang ikut Pilkada Jatim) yaitu PDIP dan bu Khofifah. Tapi, saya belum tahu dia (Khofifah) dapat perahu atau tidak,” ucapnya.
Walaupun begitu, ia menyebut PKS tidak akan diam saja. Banyaknya dukungan pada pasangan Karsa akan tetap dimanfaatkan untuk terus menggerakkan mesin partai demi memenangkan tim yang mereka dukung.
(Ant)
Tri Wibowo –
sumber : Aktual.co









