Rabu, (21/4), puluhan nelayan di Pantai Prigi Trenggalek bertemu dengan PKS. Di pertemuan itu disampaikan, saat ini PKS sedang memperjuangkan beberapa hal untuk nelayan, salah satunya asuransi para nelayan dan beasiswa anak nelayan.
Pertemuan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional, 6 April lalu. Untuk memperingatinya, DPP PKS menggelar program “1000 Titik Bersama Nelayan” yang dilakukan di kampung-kampung nelayan di seluruh Indonesia.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan, bagi PKS Jawa Timur, nelayan akan diberi perhatian khusus.
“Di Jatim, ada 22 kabupaten kota yang ada di pesisir Ini bukan jumlah yang sedikit. In syaa Allah , DPW PKS Jawa Timur akan memberi perhatian khusus,” tegas pria yang akrab dipanggil Kang Irwan itu.
Dalam pertemuan itu, Irwan juga meminta para nelayan untuk menyampaikan berbagai keluhan, pernasalahan atau kendala di lapangan yang sering ditemui para nelayan kepada pengurus PKS, baik di tingkat kecamatan (DPC), Kabupaten/kota (DPD), atau di tingkat propinsi (DPW).
“Monggo disampekne, Monggo dicurhatne. Selain para pengurus PKS, di sini juga hadir para anggota dewan dari PKS baik di Kabupaten Trenggalek maupun Jawa Timur, in syaa Allah akan memperjuangkan hingga sampai ke nasional,” kata Irwan.
Ia kemudian menyampaikan bahwa tidak banyak yang bisa disampaikan kecuali kesungguhan, keseriusan PKS Jawa Timur untuk memperjuangkan kesejahteraan para nelayan.
Setelah dari kampung nelayan Trenggalek, PKS Jawa Timur berencana akan mengunjungi 49 titik kampung nelayan lagi untuk menggelar kegiatan serupa, silaturahmi dengan para nelayan.
Riyono, Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP PKS menjelaskan tentang “1000 Titik Bersama Nelayan”.
Program dari DPP PKS itu, merupakan program yang berkhidmat kepada para nelayan yang dilakukan dengan cara bersilaturahmi ke kampung-kampung nelayan di Indonesia.
Di program ini, PKS akan berkeliling menemui para nelayan di seluruh Indonesia, mengumpulkan berbagai aspirasi dari para nelayan.
“Seluruh keluhan nelayan nasional, akan dikumpulkan menjadi program pelayanan untuk nelayan,” katanya.
PKS, ia menambahkan, akan memperjuangkan adanya asuransi untuk nelayan kecil.
“Jadi bapak, njenengan akan merasa dan tenang dalam bekerja. Jika pas wonten nopo-nopone, wonten asuransine,” katanya menjelaskan.
Program ini, ia menjelaskan, dikhususkan untuk nelayan kecil, yang punya kapan dengan ukuran 5-10 GT.
Di hadapan puluhan nelayan, Riyono juga menyampaikan akan memperjuangkan beasiswa pendidikan untuk anak petani, nelayan, peternak.
“Dengan pendidikan yang baik, harapannya, anak-anak njenengan ini yang nantinya akan mengangkat kesejahteraan orang tuanya,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Riyono mengatakan, PKS akan mengupayakan penyediaan peta Fishing Ground. Sebuah peta yang digunakan untuk melihat di mana tempat berkumpulnya ikan, sehingga nelayan bisa lebih efisien dalam waktu dan memperoleh tangkapan ikan yang lebih banyak.
“Bismillah, in syaa Allah sedang kami upayakan untuk membagi alat ini di seluruh DPW PKS di Indonesia yang bisa digunakan bersama-sama para nelayan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, juga hadir Riyadh Rosyad, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Juga Alwi Burhanuddin, Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek yang juga Ketua Bidang Petani, Pekerja dan Nelayan DPW PKS Jatim. Hadir juga, Nur Wahyudi, Ketua BPD 7 DPW PKS Jawa Timur.
Sementara itu, PKS Trenggalek diwakili oleh Komarudin, Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek, Subadianto, Ketua Fraksi, Agus Cahyono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Danang Wicaksono, Ketua BPPN. {}









