Salah satu parameter hasil pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat adalah peningkatan kesejahteraan. Artinya kalau pembangunan berjalan dengan baik mestinya angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin menurun. Karena pembangunan yang baik memiliki sasaran yang sangat populer yaitu Pro-Poor. Sehingga dilihat dari sini, kebijakan pembangunan harusnya berpihak pada masyarakat miskin dan perluasan lapangan kerja
Nah kalau melihat kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pengurangan angka kemiskinan di jawa Timur pada tahun 2012 hanya mencapai angka 0,77% atau setara dengan 266.770 orang. Fraksi PKS menyoroti mestinya dalam tahun 2012 kinerja Pemerintah Provinsi dalam hal pengurangan angka kemiskinan mengalami percepatan.
Namun faktanya, jutsru terjadi pelambatan dimana pada tahun 2011 saja angka penurunan bisa mencapai 1,41% (301.990 orang), begitupula pada tahun 2010 angka kemiskinan turun hingga 1,42% (493.290 orang).
Begitupun halnya dengan angka pengangguran, Fraksi PKS menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya pengurangan pengangguran masih belum optimal. Tercatat pengurangan pengangguran hanya 0,04% (atau hanya berkurang 1.983 orang). sangat jauh dibandingkan kinerja tahun 2010 yang turun hingga 0,83% (atau setara dengan 204.569 orang).
Kondisi seperti itu tentu tidak sesuai dengan tema RKPD yang diusung oleh Pemprov pada tahun 2012 yaitu percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran. oleh karena itu, Fraksi PKS memberikan rekomendasi agar fungsi stimulasi APBD dapat ditingkatkan untuk percepatan pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Timur.
Irwan Setiawan, S.IP.
[subscribe2]








