Satu lagi jalinan relasi berhasil dirajut Bidang Pemberdayaan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Jatim setelah melaksanakan silaturrahmi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim, Jumat (22 Oktober) kemarin.
Seiring sejalan, kedua institusi tersebut lalu sepakat menjalin kerjasama sesuai program kerja masing-masing. Setelah salingmemberi apresiasi, dalam pertemuan yang berjalan gayeng dan hangat tersebut, kedua belah pihak sepakat saling support dan berkolaborasi serta saling menguatkan.
Dalam silaturrahmi tersebut Kabid BPKK PKS Jatim, Lina Ariani, Apt, SSi. didampingi Sri Oetami Amd., Hj.Vivin Navijanti, S.Si. M.Sc., Ama Imadatul Himmaty (Deputi HKP/Hubungan Kelembagaan Perempuan), Ummu Atyka (Deputi KK/Ketahanan Keluarga), dan Erna Diana Kusumawati, SS. (Deputy Kajian PAK/Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga).
Sementara dari DP3AK Jatim hadir Ida Tri Wulandari, SE, ME (Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan), Dwi Wijajaningsih, SH, M.Si. (Kabid Pengendalian Penduduk, KB dan Ketahanan Keluarga), Drs. Basuki Rachmad, MM (Kasi Pemberdayaan Perempuan Bidang Politik, Sosial dan Budaya), Ernawati, SE, MM. (Kasi Pemberdayaan Perempuan Bidang Ekonomi dan Lingkungan), dan Muawanah, SE, MM. (Bendahara bidang P3).
Kolaborasi dan sinergi kedua belah pihak akan dimulai dengan saling mengisi dan kontribusi setiap ada kegiatan. Misalnya ketika kegiatan PKS butuh peserta atau pembicara, DP3AK sangat terbuka membangun jejaring. Juga terbuka peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga perempuan. Bahkan DP3AK juga mengajak BPKK PKS untuk sinergi dalam urusan perlindungan perempuan dan anak.
Ida Tri Wulandari pun menyatakan tertarik dengan program kerja BPKK dan siap me-link-kan dengan dinas-dinas terkait. “Dalam menyelesaikan masalah perempuan dan anak, memang kita tidak bisa sendiri. Butuh sinergi untuk mencetak perempuan tangguh dari sisi psikologis maupun ekonomi,” jelas Ida Tri Wulandari.
Diskusi juga membahas tentang pemberdayaan perempuan di desa berikut permasalahannya. Misalnya betapa sering dijumpai ibu-ibu mampu produksi barang yang bagus, tapi kesulitan memasarkannya.

Lina Ariyanti lalu merujuk bahwa di PKS ada sekolah ibu, yang salah satunya mengajarkan bagaimana membuat produk sekaligus cara memasarkannya. Diuraikan juga, di PKS selama pandemi layanan yang paling diminati masyarakat adalah konsultasi rumah tangga termasuk layanan kesehatan, subsidi sembako dan lainnya.
“Alhamdulillah… meski tidak ada pemilu atau pilkada, PKS tetap bekerja. Partisipasi aktif dari anggota PKS baik iuran dan tenaga dari anggota mampu membuat PKS konsisten untuk tetap berkontribusi dalam segala musim,” jelasnya.
Di akhir acara, DP3AK juga titip pesan pada BPKK agar anggota legislatif PKS Jatim senantiasa mengawal kebijakan-kebijakan yang pro perempuan dan anak. “Kegiatan-kegiatan PKS juga harus tetap menjaga prokes, jangan sampai terjadi gelombang ketiga,” harap Ida Tri Wulandari. (*)









