Dalam rangka memberikan pemahaman tentang urgensi peran penokohan anggota perempuan PKS dan perannya sebagai simpul massa di tengah masyarakat, BPKK DPW PKS Jatim menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kapasitas Anggota Perempuan PKS untuk Penggerak RKI Desa / Kelurahan tingkat Jawa Timur “Membangun Basis Massa”, Sabtu (18 Desember) baru-baru ini.

Sebanyak 400 peserta yang terdiri dari Ketua BPKK DPC serta Ketua titik RKI (Rumah Keluarga Indonesia) se-Jatim mengikuti diklat tersebut secara daring. Dihadiri Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan, diklat ini menghadirkan 3 narasumber, Hj Lilik Hendarwati (aleg DPRD Jatim) dengan tema ‘Kepemimpinan : Peran Perempuan dalam Politik’, Ibu Neni Viantin (aleg DPRD Kab Banyuwangi) dan Ibu Reni Astuti, S.Si. (aleg DPRD Surabaya) membawakan tema ‘Organisasi Abad 21 : Membangun Tim yang Efektif dan Bagaimana Membangun Basis Massa’.

Dalam sambutannya Ketua BPKK DPW PKS Jatim, Lina Ariani S.Si., mengatakan, “RKI menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat sampai tingkat desa/kelurahan bahkat RT/RW harus mempunyai bekalan ilmu untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.”
Hj Lilik Hendarwati memaparkan, problema di tengah masyarakat semakin beragam baik dari urusan politik, ekonomi, kesehatan,social, pendidikan dan lainnya. Karena itu semua pihak, termasuk kaum perempuan diharapkan mengambil peran. “Peran di tengah masyarakat itu beragam, bisa sebagai tokoh, pimpinan atau anggota lembaga, peran sebagai kader lingkungan/posyandu/lansia/jumantik bahkan influencer,” tambah Hj. Lilik Hendrawati.
Sementara itu, Reni Astuti membahas tentang bagaimana membangun tim yang efektif dalam membangun basis massa dengan teori perencanaan organisasi di abad 21. “Di abad ini fokus terletak pada rencana yang paling mungkin bisa dieksekusi, bukan rencana yang paling bagus. Karena rencana yang dieksekusi bukan rencana terbaik, maka rencana tersebut sangat mungkin akan diubah jika situasi berubah. Inilah perlunya mekanisme yang tepat dalam pengambilan keputusan,” ujar Reni.
Dalam kaitan penerapan bagaimana membangun massa, Neni Viantin membahas tentang ‘Kiat-kita merawat relasi/konstituen melalui WhatsApp’. Disampaikan, mediasosial merupakan salah satu sarana silaturrahim sebagaimana nasihat Rasulullah SAW.
“Melalui WA kita bisa menyimpan banyak nomer relasi, kemudian jalin silaturrahim secara rutin, baik dengan berkirim flyer atau kisah-kisah inspiratif secara rutin. Kita bisa mengirim promosi dengan konsep marketing langit misalnya,”ujar Neni sembari memaparkan kiatnya memaksimalkan fasilitas WA secara efektif.
Diklat sehari ini juga sebagai sarana dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat serta melakukan perekrutan anggota masyarakat agar menjadi bagian dari RKI desa / kelurahan. (*)








