BANYUWANGI- Pandemi Covid-19 yang melanda di akhir 2019 lalu memporakporandakan masyarakat. Namun tidak bagi yang bermental istimewa. Bagi mereka yang pantang menyerah justru akan menemukan peluang.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan seusai menghadiri kegiatan Konsolidasi Pemenangan DPC dan DPRa PKS di kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi, Jumat, 14 Oktober 2022.
Saat sesi perkenalan anggota DPRa itulah Irwan mengetahui ada dua orang pengurus yang memulai usaha ternak bebek saat pandemi Covid-19.
Kedua orang itu Aldi Julianto dan Yayuk Sri Utami. Keduanya adalah bendahara DPRa PKS Tegalsari dan Karangmulyo Kabupaten Banyuwangi.
Irwan mengapresiasi keduanya. Menurutnya apa yang dilakukan keduanya untuk mencari alternatif pekerjaan yang lebih baik di saat pandemi Covid-19 merupakan hal yang perlu ditiru.

Khususnya semangat pantang menyerah untuk bangkit membalikkan keadaan dan mengubahnya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya di saat kondisi dan ruang gerak serba terbatas.
“Ini inspirasi bagi pengurus dan anggota PKS dan tentu saja masyarakat umum yang lebih luas. Mental pantang menyerahnya perlu dikloning,” kata Irwan bersemangat.
Ia menjelaskan, PKS mempunyaj bidang khusus untuk menguatkan dan mendampingi anggota PKS dan masyarakat umum yang menekuni bidang tani dan nelayan.
“Kami punya bidang tani dan nelayan yang mendampingi masyarakat melalui program sekolah tani dan nelayan. Peternak seperti Mas Aldi dan Bu Yayuk ini masuk di bidang dari pertanian,” jelasnya.
Bidang ini, ia menjelaskan, secara khusus mensupport generasi milenial dan gen Z, juga emak-emak yang ingin mengembangkan bidang tani dan nelayan.
“Cocok ini, Mas Aldi dan Bu Yayuk ini usianya belum 40 tahun,” katanya.
Irwan memberi kabar bahwa di Sekolah Tani dan Nelayan PKS, akan diajari bagaimana berproduksi dengan cara modern, yang hemat dan hasilnya lebih banyak.
“Program ini memang untuk mendampingi dan menguatkan masyarakat. Ini bagian perwujudan visi PKS menjadi partai Islam rahmatal lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI,” katanya.
Aldi dan Yayuk, keduanya adalah pengurus ranting PKS. Mereka mengaku tertarik dengan PKS karena melihat sosok pengurus PKS yang dianggap baik.
“Saya tertarik masuk PKS diajak teman. Saya melihat teman saya itu orang baik. Jadi saya mau gabung,” kata Yayuk peternak yang memiliki 100 bebek.
“Orang-orangnya baik, juga programnya yang mensejahterakan rakyat. Saya yakin PKS mampu membantu masyarakat seperti saya,” kata Aldi, peternak bebek petelur yang kini memiliki 120 ekor bebek ini.{}









