Ada tiga pilar kepemimpinan bangsa yang harus dipersiapkan dan ditingkatkan oleh pengurus dan anggota PKS Jatim, yaitu kredibilitas, kapasitas dan akseptabilitas. Hal inilah yang disampaikan Irwan Setiawan, Ketua DPW PKS Jatim kepada seluruh pengurus PKS se-Malang Raya pada Kamis, (22/4). Saya menegaskan apa yang sudah menjadi arahan Presiden PKS terkait kepemimpinan.
Dalam pertemuan itu, seluruh pengurus PKS se Malang Raya hadir, pengurus DPD, hingga pengurus DPC dari 3 DPD di Malang Raya, DPD PKS Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Selain konsolidasi pengurus, ada pula kegiatan launching Sahabat Mas Dwi, para relawan Dwi Hari Cahyono, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Saya mengapresiasi launching sahabat mas Dwi dan DHC centre. Ini berarti mas Dwi sudah siap untuk lebih sungguh sungguh melayani dan membela Rakyat,” ujar kang irwan, yang pernah menjadi anggota DPRD Jatim ini.
“Pilar-pilar ini harus dimiliki oleh anggota PKS, terutama para pengurus, baik di tingkat propinsi, kabupaten/kota, kecamatan bahkan di level desa,” tegas Irwan.
Tiga pilar itu, pertama, kredibilitas. Menurutnya, ada beberapa kredibilitas yang yang harus dimiliki anggota PKS, yaitu kredibilitas konstitusional, moral, sosial dan organisasi.

“Kader-kader PKS harus mentaati dan menjalankan konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan bahwa kredibilitas moral, juga sangat penting. Menurutnya, kader-kader PKS harus memiliki moralitas yang kokoh, yang bersumber kepada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin dan juga etika publik.
Berikutnya, kredibilitas sosial dan organisasi juga tidak kalah pentingnya.
“Kredibilitas sosial terkait dengan kemampuan membangun komunikasi dengan rakyat. Hadir di tengah-tengah rakyat, memberi solusi dan inspirasi. Kredibilitas organisasional adalah bagaimana hati, pikiran dan sikap anggota PKS terikat dengan aturan, visi, platform dan perjuangan Partai. Tidak bekerja untuk kepentingan dan ambisi pribadi tetapi bekerja karena visi partai,” katanya.
Pilar kedua adalah kapasitas. Pengurus dan Anggota harus mempersiapkan dan meningkatkan kapasitas untuk memenangkan kontestasi politik atau pemilu (capacity to win election), kapasitas untuk mengelola pemerintahan (capacity to govern), dan kapasitas untuk melahirkan kepemimpinan berikutnya (capacity to regenerate). “PKS harus melahirkan calon-calon pemimpin negarawan bukan sekedar politisi. Negarawan berpikir untuk generasi mendatang, politisi hanya berpikir untuk pemilu mendatang,” katanya.
Pilar ketiga, lanjut Irwan adalah akseptabilitas. Pertama, penerimaan publik (public acceptance). Sebagai calon pemimpin, Irwan menyampaikan, pengurus dan anggota PKS harus mampu melahirkan kepemimpinan yang diterima oleh publik, bukan hanya diterima oleh PKS sendiri.
Selain itu, Kedua, penerimaan elit atau pemimpin (elite acceptance), mereka orang-orang yang memiliki pengaruh dalam proses pembuatan keputusan strategis juga merupakan hal penting,” Kata kang irwan.
“Kita harus optimis semua potensi itu, ada pada diri kita. Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam mempersiapkan kepemimpinan ini. Amin ya Rabbal alamin.”{}










