Pendampingan Kedua UMKM yang digelar Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi (Boemkraf) DPW PKS Jawa Timur kembali menuai apresiasi dari para peserta.
Antusiasme dan testimoni positif datang dari beragam latar belakang pelaku usaha, menunjukkan bahwa kegiatan ini terbuka dan diikuti masyarakat luas, tidak terbatas pada kader partai.
Mira, pelaku usaha keripik asal Surabaya, menjadi salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat pelatihan tersebut. Selama kurang lebih 15 tahun, ia membantu usaha suaminya sebagai agen berbagai produk keripik. Ia mengisahkan perjalanan usaha keluarganya yang penuh dinamika.
“Puji Tuhan, akhirnya usaha suami saya bisa terus berjalan sampai sekarang. Tapi selama ini ya berjalan begitu saja,” tuturnya seusai kegiatan pendampingan kedua yang digelar di Kantor DPW PKS Jatim, Sabtu (21/2/2026) lalu.
Menurut Mira, pelatihan UMKM dari Boemkraf menjadi pengalaman berharga karena ia baru pertama kali mengikuti kelas pembinaan yang terstruktur.
“Materinya daging banget, sangat bermanfaat. Saya sebagai ibu rumah tangga jadi tambah wawasan. Jadi lebih paham bagaimana mengembangkan usaha, terutama pemasaran online,” ujarnya penuh semangat.
Ia berharap ke depan produknya tidak hanya dipasarkan di Surabaya, tetapi bisa menjangkau luar kota bahkan luar pulau.
Apresiasi juga disampaikan Alicia, owner Republik Rakyat Literasi yang bergerak di bidang bimbingan belajar dan konseling. Usaha yang telah dirintis selama empat tahun itu kini ingin ia kembangkan lebih profesional.
“Saya senang sekali bisa mendapatkan materi mulai dari perencanaan keuangan, promosi usaha, sampai penyusunan visi dan misi. Materinya benar-benar bisa diterapkan untuk usaha jasa seperti saya,” kata Alicia.
Ia mengaku telah beberapa kali mengikuti pelatihan UMKM, namun pendampingan kali ini memberinya perspektif baru yang lebih terarah. Alicia pun berkomitmen untuk terus mengikuti pembinaan agar usahanya semakin berkembang.
Sementara itu, Yuli, pelaku usaha tahu bakso, sambal teri, dan oseng klotok, menilai materi business roadmap sangat mencerahkan.
“Materinya terstruktur, jadi saya bisa memetakan bisnis ke depan lebih terukur dan realistis. Yang awalnya saya tidak paham arah bisnis harus bagaimana, sekarang jadi lebih jelas tahapannya,” ungkap Yuli.
Ia berharap melalui pendampingan berkelanjutan ini, usahanya benar-benar bisa naik kelas dan berkembang lebih besar.
Pendampingan Kedua UMKM ini merupakan bagian dari komitmen Boemkraf DPW PKS Jawa Timur dalam membina sekitar 1.600 UMKM di berbagai kabupaten/kota. Program ini dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendorong peserta menyusun langkah konkret agar usahanya lebih tertata, terukur, dan siap bersaing.
Melalui semangat dan testimoni positif para peserta, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan lanjutan yang diikuti oleh 1.600 pelaku UMKM dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Pertemuan utama dipusatkan di Kantor DPW PKS Jawa Timur dan digelar setiap bulan secara hybrid, menggabungkan tatap muka dan daring, dengan materi yang berbeda di setiap sesi, mulai dari penguatan mindset usaha, manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga pengemasan dan legalitas produk.
Tidak berhenti pada pelatihan kelas, seluruh peserta juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor yang telah disiapkan di masing-masing 38 kabupaten/kota. Skema ini dirancang agar pembinaan berjalan berkelanjutan, lebih terukur, dan aplikatif sesuai kebutuhan riil di lapangan. Dengan pola pelatihan terpusat dan pendampingan berbasis daerah, program ini diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas secara nyata dan merata di seluruh Jawa Timur.{}









