Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, bersama jajaran pengurus DPW PKS Jatim melakukan kunjungan silaturahim ke kantor Bawaslu Jawa Timur pada Rabu (20/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya menjaga kualitas demokrasi dan mengawal pelaksanaan Pemilu 2029 agar berjalan tertib dan bermartabat.
Dalam sambutannya, Bagus menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PKS membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu.
“Kalau tak kenal maka tak sayang. Dengan saling mengenal, insya Allah kita bisa membangun konsolidasi dan kolaborasi lebih baik lagi dalam rangka menjaga pemilu yang akan datang,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan, kepengurusan DPW PKS Jatim periode 2025-2030 akan terus aktif berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Bawaslu menghadapi dinamika kepemiluan menuju 2029.
“Kami ingin terus berdiskusi dan berkonsultasi terkait perkembangan regulasi maupun sistem pemilu. Harapannya PKS bisa berkolaborasi bersama Bawaslu untuk turut mengawal jalannya pemilu di Jawa Timur agar tetap tertib, jujur, dan minim konflik,” katanya.
Bagus juga menegaskan bahwa PKS siap menghadapi berbagai kemungkinan sistem pemilu yang akan diterapkan pada Pemilu 2029, termasuk jika tetap menggunakan sistem proporsional terbuka maupun tertutup.
“Kalau di PKS dengan sistem tertutup pun siap. Karena PKS punya tiga mesin utama, yaitu kader yang militan, struktur yang solid, dan kerja sama yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jatim, Anwar Noris, mengapresiasi kiprah PKS di Jawa Timur yang dinilai konsisten menghadirkan legislator amanah dan dekat dengan masyarakat.
“Jawa Timur ini provinsi besar dan PKS termasuk partai yang mendapatkan suara luar biasa. Kami berharap legislator PKS terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat sesuai bidangnya masing-masing,” ujar Noris.
Menurutnya, demokrasi tidak boleh hanya dimenangkan oleh kekuatan modal maupun relasi politik semata, tetapi harus memberi ruang bagi figur-figur yang memiliki kapasitas dan integritas.
“Kami berharap proses pemilu tidak hanya dimenangkan orang yang punya uang atau kekuasaan, tetapi juga oleh orang-orang yang amanah dan mampu memberi dampak nyata kepada masyarakat,” katanya.
Noris berharap PKS terus menghadirkan wakil rakyat yang benar-benar bekerja untuk kepentingan publik.
“Harapannya, orang-orang yang menjadi wakil dari PKS adalah mereka yang mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.
Selain Noris, rombongan PKS juga diterima oleh Rusmifahrizal Rustam, Koordinator Devisi Penyelesaian Sengketa dan Eka Rahmawati, Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat.
Sementara hadir mendampingi Bagus, Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris, Bustanul Arifin, Ketua Bidang Advokasi, Arip Imawan, dari Bidang Relawan dan Saksi, Johari Mustawan dan dari Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3), Asmualik{}









