Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur berangkat langsung menuju Aceh Tamiang pada Selasa (13/1/2026) untuk memastikan seluruh program kemanusiaan yang dijalankan relawan PKS berjalan optimal dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terdampak banjir.
Keberangkatan ini merupakan bagian dari gelombang ketiga relawan Satgas Siaga Bencana Wilayah PKS Jawa Timur. Dari Jawa Timur, rombongan bergerak menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh Tamiang.
Ketua DPW PKS Jawa Timur menjelaskan, setibanya di Sumatera Utara, dirinya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan DPW PKS Sumatera Utara untuk membahas program-program lanjutan. Selanjutnya, rombongan dijadwalkan menuju Aceh Tamiang pada Rabu pagi untuk berkoordinasi dengan DPW PKS Aceh serta posko bencana PKS Jawa Timur di lokasi terdampak.
“Selain koordinasi dengan struktur PKS di Sumatera Utara dan Aceh, kami juga akan berkoordinasi dengan berbagai relawan kemanusiaan lain yang sudah berada di lokasi. Ini penting agar upaya bantuan saling menguatkan dan tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PKS Jawa Timur telah memiliki posko kemanusiaan sendiri di Aceh Tamiang sebagai pusat koordinasi relawan. Posko tersebut berfungsi untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari tanggap darurat, perbaikan fasilitas terdampak, hingga pendampingan warga pada tahap pemulihan.
“PKS Jawa Timur berkomitmen mendampingi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang selama enam bulan. Saat ini sudah berjalan satu bulan, sehingga masih ada sekitar lima bulan ke depan yang harus kita kawal bersama,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran pimpinan langsung di lapangan menjadi penting untuk memastikan relawan bekerja secara profesional, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan riil masyarakat. Sekaligus untuk memetakan program lanjutan, karena PKS Jatim akan terus mengirimkan gelombang relawan hingga fase recovery.
Sejauh ini, relawan PKS Jawa Timur telah melakukan berbagai kegiatan di Aceh Tamiang, antara lain perbaikan fasilitas umum dan rumah ibadah, pendirian posko, serta penguatan koordinasi lintas wilayah dengan DPW lain yang terlibat dalam misi kemanusiaan.
Untuk keberangkatan kali ini, rombongan berjumlah lima orang dengan latar belakang keahlian yang beragam, termasuk relawan dengan spesialisasi medis kebencanaan dan dukungan logistik. Kehadiran mereka diharapkan semakin memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh Tamiang yang masih membutuhkan uluran tangan banyak pihak.
“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan relawan bekerja dengan sebaik-baiknya dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan manfaat dari kerja-kerja kemanusiaan ini,” pungkasnya.{}









